BatamXinwen, Batam – Sebanyak 1.155 calon Bintara Polda Kepri mengikuti tes Psikologi yang berlangsung di Universitas Batam (UNIBA), Selasa (17/4).

Karo SDM Polda Kepri Kombes Pol Djoko Susilo mengatakan, dalam seleksi ujian tersebut, 5 orang calon Bintara tidak hadir mengikuti tes tersebut dengan alasan tidak ingin melanjutkan ujian dan mengundurkan diri.

“Hari ini pelaksanaan ujian, setelah itu soal ujian akan dimasukan di kotak tertentu dan disimpan oleh Paminal Mabes, besok pagi dikoreksi oleh pengawas internal dan eksternal,” ujar Djoko saat dikonfirmasi BatamXinwen.

Ia mengatakan, kuota penerimaan peserta didik calon Polisi secara Nasional mengalami penurunan dibanding tahun lalu, dari 11 ribu menjadi 8 ribu.

Khusus untuk Polda Kepri sendiri, lanjut dia, akan menerima 160 orang Bintara, yaitu untuk Bintara penugasan umum dan Bintara kompetensi khusus.

“Sedangkan untuk Bintara Polwan yang akan diterima 9 orang, sedangkan untuk Tantama 7 orang,” ujarnya.

Sebelumnya, 65 Peserta penerimaan Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) dinyatakan lulus dalam tes Psikologi yang digelar di Aula Pusat Informasi Haji (PIH) Batamcenter.

65 peserta yang dinyatakan lulus terdiri dari 58 pria dan 7 wanita.

Karo SDM Polda Kepri Kombes Pol Djoko Susilo mengatakan, tahun ini ada 84 peserta terdiri dari 75 pria dan 9 wanita, yang mengikuti tes psikologi Akademi Kepolisian (Akpol).

Adapun soal ujian psikologi dibagikan dari brankas Bidpropam Polda Kepri oleh anggota Subbidpaminal, Itwasda dan SDM Polda Kepri.

“Setelahnya hasil soal tersebut langsung dikirim ke Mabes Polri. Ini untuk menghindari kecurangan serta menjaga prinsip penerimaan yang transparan dan akuntabel,” kata Djoko, Selasa (17/4).

Dalam pelaksanaan Tes Psikologi kali itu diawasi langsung oleh Pengawas dari Divpropam Mabes Polri, dari Himpsi, Ombusmen Perwakilan Kepri, LSM FKPM dan pengawas internal  Bidpropam Polda Kepri dan Ro Paminal Mabes Polri.

Kapolda Kepri Irjen Pol Didid Widjanardi menegaskan dalam penerimaan anggota Polri tahun ini tidak ada lagi sponsor, titipan, apalagi suap menyuap.

Ia mengatakan, akan menindak tegas terhadap panitia maupun orangtua wali yang menyimpang dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami berharap putra putri kita yang mengikuti seleksi tahun ini akan menghasilkan cetakan Bhayangkara yang mutunya lebih baik dari generasi sebelumnya,” tegasnya.(ham)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here