Kemarau panjang di Korea Utara. Foto: BX/net

Batamxinwen, Pyongyang – Korea Utara dilaporkan mengalami musim kemarau terburuk dalam 37 tahun terakhir, menyebabkan rakyat biasa, yang sudah kekurangan makanan, untuk menghadapi krisis pangan yang lebih besar.

Berdasarkan laporan media Korea Selatan, rata-rata curah hujan dalam lima bulan pertama tahun ini hanya mencapai 54,4 milimeter, terendah sejak 1982.

Daerah bagian utara Korut dinyatakan dengan curah hujan yang lebih sedikit. Sementara, daerah tengah dan selatan seperti Pyongyang, Nampo, Hwanghae-Do, dan Gangwon-Do mengalami kekeringan ekstrim. Kondisi kemarau ini diperkirakan berlanjut hingga akhir Mei ini.

Laporan tersebut menyatakan, kemarau telah memperburuk krisis pangan penduduk Korut, bahkan termasuk kalangan personil militer juga sulit memenuhi kebutuhan pangan.

Seorang pejabat dari Kementerian Unifikasi Korsel menyebutkan, Pemerintah Korsel harus memberikan bantuan pangan kepada Korut, dari Mei hingga September tahun ini.

Menurut data PBB, saat ini terdapat lebih dari 10 juta orang atau sekitar 40% penduduk Korut menderita kekurangan gizi. Kegagalan kebijakan distribusi makanan, banjir dan kekeringan adalah penyebab utama krisis pangan tersebut.

Kondisi ini diperparah dengan sejumlah sanksi internasional, akibat pengembangan senjata nuklir dan rudal balistik yang dilakukan pemerintahan Kim Jong-un.

PBB telah menyatakan keprihatinan terhadap situasi krisis pangan di Korut beberapa hari yang lalu.

Sumber: zaobao.com.sg (terjemahan CF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here