BatamXinwen, Bintan – Sebanyak 2.941 dari 8.152 Jiwa yang diketahui peserta BPJS program JKN – KIS dari jalur mandiri, diketahui menunggak pembayaran iuran hingga Rp3.301.500.140.

Jumlah tersebut, merupakan data tunggakan selama 3 hingga 13 bulan sejak tahun 2017 hingga Mei 2018.

Aggriyani Dahlan, Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Bintan saat ditemui di kantornya membenarkan hal tersebut, Kamis(24/5).

“Cukup tinggi penunggakan pembayaran iuran peserta BPJS Kesehatan program JKN – KIS di Bintan ini, nilainya mencapai Rp 3,3 miliar hingga bulan Mei 2018”, kata Anggriyani.

Penyebab tidak membayarnya iuran, tambahnya, karena rendahnya kesadaran peserta BPJS Kesehatan diprogram JKN – KIS untuk membayar setiap bulan.

Selain itu, ada juga faktor ekonomi karena tidak memiliki penghasilan karena tidak bekerja.

“Setiap bulan kami harus telepon kepada peserta BPJS Kesehatan, supaya bisa membayar. Namun mereka selalu menunda, katanya bulan depan, ada juga yang bilang tunggu THR,” jelas Anggriyani.

Sebagaimana diketahui, ada tiga kelas sebagai peserta BPJS Kesehatan di program JKN – KIS untuk memilih ruang inap dirumah sakit dengan tarif pembayaran yaitu Kelas 1 Rp80 ribu, kelas 2 Rp51 ribu dan kelas 3 Rp25,5 ribu.

Dari ketiga kelas tersebut, Kelas III yang paling banyak nunggak membayar iuran perbulan.

“paling banyak itu, menunggak membayar iuran BPJS Kesehatan program JKN – KIS di kelas III,” katanya lagi. (And).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here