Band lokal' Mafia Kondang' mengisi petisi Tolak RKUHP di acara Melodic Corner ke 16, Pasir Putih, Batam Center, Batam, Sabtu (28/9)/BX/Foto: Bintang

Batamxinwen, Batam – Aksi unjuk rasa mahasiswa terhadap RUU KUHP dan Revisi UU KPK mulai ramai digelar di beberapa daerah.

Kota Batam juga tak ketinggalan. Tak hanya mahasiswa. Pergerakan mulai muncul dari setiap elemen masyarakat. Seperti yang terjadi pada, Sabtu (29/8), di Pasir Putih Carnival Market Batam Centre.

Disana tak kurang dari 20 band lokal dengan distorsinya tampil menghibur ratusan penonton sambil berorasi menyuarakan penolakan yang sama.

“Dengan acara musik ini, kami ikut ambil bagian menyuarakan keresahan masyarakat terkait munculnya pasal-pasal karet di dalam RKUHP dan RUU KPK yang baru,” kata Dika panitia acara Melodic Corner ke 16 saat ditemui di sela – sela acara.

Lanjut Dika, selain menyediakan panggung untuk para musisi, mereka juga sediakan petisi untuk diisi para pengunjung berupa kain putih berukuran lebar 5 meter dan panjang 1,5 meter bertuliskan “Menolak RKUHP”.

“Memang masih banyak pengunjung yang hanya ikut – ikutan menulis tanda tangannya di petisi ini. Tapi apapun itu kami tetap mengaprsesiasinya. Inilah bukti manisnya demokrasi,” sambung pria dengan lengan penuh tatto itu.

Kata dia lagi, petisi ini akan segera mereka kirimkan langsung ke Jakarta sebagai sebuah bentuk dukungan moral dari masyarakat Batam atas aksi unjuk rasa yang sedang terjadi di DPR RI.

“Kenapa tidak dikirim melalui DPRD Batam? Karena kami tidak percaya akan dikirim secepatnya, takutnya nyangkut. Lagipula kami sudah koordinasi langsung kealiansi masyarakat dan mahasiswa di Jakarta untuk menyampaikan petisi dukungan ini,” tutup Dika sambil menyerukan bahwa masyarakat Batam tak diam.

Sementara itu, suasana di panggung semakin hangat. Satu persatu penampil mengambil perannya. Band ‘Mafia Kondang’ yang muncul menutup acara itu mengajak semua penonton untuk berdansa dan bergandengan.

Tuntutan yang mereka suarakan pun lebih panjang. Mulai dari menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) kontroversial, hentikan pelemahan KPK, hentikan kekerasan di Papua, hentikan kriminalisasi aktivis juga wartawan dan pidanakan korporasi pembakar hutan.

“Aku minta semuanya bergandengan. Tunjukkan kalau kita peduli atas apa yang sedang terjadi di Indonesia. Koruptor pembakar lahan, pelaku kekerasan terhadap aktivis adalah musuh kita dan mari suarakan bersama-sama,” kata dia diatas panggung sebelum memulai lagunya.

Melodic corner ‘One Decade’ adalah acara lokal musik tahunan. Kali ini diselenggarakan oleh ‘Batam Melodi Rawk In Punk’. Penolakan yang mereka suarakan pun adalah aksi spontanitas atas apa yang sedang terjadi di Indonesia. (Bintang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here