Bea Cukai Palembang menunjukkan sejumlah barang elektronik ilegal yang gagal diselundupkan. (foto: istimewa)

Batamxinwen, Palembang – Petugas Bea Cukai Palembang, menyita sejumlah barang elektronik ilegal berupa ponsel, laptop, dan tablet, yang diduga hendak diselundupkan dari Singapura melalui jalur perairan di Sumatera Selatan.

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Timur, Dwijo Muryono, mengatakan penggagalan upaya penyelundupan barang-barang tersebut bermula dari informasi yang diperoleh petugas bahwa adanya pembongkaran barang impor ilegal di daerah Tanjung Api-Api, Kabupaten Banyuasin, Sumsel.

“Barang-barang ini masuk melalui jalur sungai di kawasan Tanjung Api-Api, Sumsel,” katanya, Rabu (27/11).

Dwijo bilang, setelah mendapatkan informasi itu petugas langsung bergerak menuju lokasi. Namun, setibanya di titik lokasi, ternyata barang impor ilegal itu telah selesai dimuat kedalam dua unit truk untuk dibawa ke Jakarta dan Karawang.

“Petugas melakukan pengejaran terhadap truk tersebut, dan berhasil ditemukan saat kedua truk hendak mengisi bahan bakar di SPBU yang berada di Jalan Soekarno-Hatta, Palembang,” katanya.

Saat itu, kata dia, petugas langsung melakukan pemeriksaan dan menggeledah muatan kedua truk tersebut. Hasilnya ditemukan puluhan boks mencurigakan yang ditutupi dengan sejumlah karung berisi jengkol, kemiri, dan ikan asin.

“Saat boks itu diperiksa ternyata isinya adalah barang elektronik yang diduga ilegal. Selanjutnya langsung diamankan ke Kantor Bea Cukai Palembang,” katanya.

Adapun barang elektronik ilegal yang berhasil diamankan yakni ponsel bermerek Xiaomi sebanyak 5.700 unit, kemudian laptop merk Asus dan Lenovo sebanyak 328 unit, dan 40 unit tablet merk Samsung.

“Selain itu, petugas juga turut mengamankan dua orang tersangka sopir truk yang membawa barang ilegal ini,” katanya.

Menurut Dwio, atas perbuatannya kedua tersangka akan dijerat dengan UU Kepabeanan Nomor 17 tahun 2006 pasal 103 dan 104 dengan ancaman hukuman maksimal 8 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 5 miliar.

“Potensi kerugian negara yang timbul akibat tidak terpungutnya bea masuk dan pajak dalam rangka impor terhadap barang ini mencapai Rp 1,2 miliar,” katanya.

Sumber: Kumparan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here