7 Terdakwa Massages Asmara 22 Berbohong di Persidangan

BATAMXINWEN.COM — Kasus massages ilegal penyedia wanita malam bagi lelaki hidung belang Asmara 22 terus terkuak modus operandinya dipersidangan yang di gelar di PN Batam. walaupun para tujuh terdakwa berkelit terutama warga Malaysia sebagai pemodal Yahya. Senin(27/02/2017).

Parahnya, tiga terdakwa Arifin, Mohammad Yahya, Bactiar Efendi membahtah isi BAP penyidik dipersidangan sehingga Ketua Majelis Hakim Mangapul perintahkan JPU Samsul Sitinjak hadirkan penyidik dipersidangan.

Ironisnya, tiga penyidik pembantu Polda Kepri hadir dipersidangan bahkan dengan lancar dan tepat menjelaskan terhadap majlis hakim bahwa ketiga terakwa dalam keadaan sadar menandatangani BAP serta didampingi PHnya. sehingga terlihat tiga terdakwa massages Asmara 22 pucat pasi karena berusaha bersandiwara dipersidangan.

Ketua Majelis Hakim Mangapul Manalu dalam persidangan mempertanyakan keterangan terdakwa yang membantah BAP dan mengaku saat diperiksa dibawah tekanan dan tidak didampingi Penasehat Hukum.

“Tidak benar yang mulia, memang benar dalam pemeriksaan pertama tidak didampingi PH karena itu pemeriksaan awal, namun dalam pemeriksaan selanjutnya itu didampingi selalu didampingi PH dan tidak dalam tekanan sama sekali,” ujar saksi.

Mangapul juga menanyakan terkait keterangan terdakwa yang mengatakan bahwa BAP di paraf di dalam sel dan tanpa dibaca oleh terdakwa.

“Tidak benar di dalam sel yang mulia, mereka (terdakwa,red) sebelum melakukan tanda tangan BAP dibaca dulu dengan didampingi PH, dan itu juga berada diluar sel,” Jelasnya

Mangapul juga mempertanyakan terkait keterangan terdakwa yang mengaku tidak mengetahui lokasi panti pijat Asmara 22 sebagai tempat pemuas lelaki hidung belang.

“BAP dibuat sesuai apa yang mereka katakan yang mulia, dari keteranga mereka bertiga, para terdakwa mengaku mengetahui dan pernah melihat lokasi massage tersebut,” terang saksi.

Sama halnya seperti yang diungkapkan penyidik, Penasehat Hukum pendamping yang juga dihadirkan sebagai saksi di persidangan membantah keterangan terdakwa yang mengatakan tidak ada memberi kuasa kepadanya saat para terdakwa akan dilakukan pemeriksaan.

“Saat itu ada kawan yang menelepon saya yang mulia bahwa ada yang membutukan PH, kemudian saya datang dan mengobrol kepada terdakwa dan meminta saya untuk mendampingi, kemudian saya buat surat kuasa dan memberikannya ke penyidik,” jelas saksi.

Ia membenarkan saat pemeriksaan pertama tidak mendampingi para terdakwa, namun dalam pemeriksaan selanjutnya ia mendampinginya sampai pemeriksaan selesai dan di paraf.

“Saya dampingi sampai malam dan tidak ada meninggalkan mereka walaupun sebentar yang mulia, kemudian setelah selesai pemeriksaan dan sebelum diparaf mereka baca dulu dan juga saya ikut baca, setelah dibaca saya juga sempat tanyakan ke mereka apakah ini sudah benar dan mereka jawab ia, lalu kemudian di paraf,” Jelasnya

Sementara itu PH terdakwa saat memberikan pertanyaan kepada para saksi tidak masuk dalam pokok perkara sehingga membuat Mangupul mengulang ulang pembicaraan agar PH mempertanyakan terkait bantahan para terdakwa minggu lalu saja.

“Kalau itu yang dipertanyakan persidangan ini tidak akan selesai, saya saja tidak berani mempertanyan masalah jabatan para saksi. Jadi langsung saja kepokok apa yang dibantah para terdakwa dan saya bukan melarang, saya hanya mengingatkan saja” Tegas Mangapul

Berita sebelumnya, Majelis Hakim meminta Jaksa Penuntut Umum(JPU) segera menghadirkan penyidik yang membuat Berita Acara Pemeriksaan(BAP) atas tiga terdakwa kasus Panti Pijat Asmara 22.

Hal itu disebabkan ke-tiga terdakwa yakni Rofinus Arifin, Mohamad Yahya dan Bactiar Effendi membantah keterangan yang ada dalam BAP di persidangan.

“Persidangan minggu depan hadirkan penyidik yang membuat BAP para terdakwa ini, agar perkara mereka ini semuanya jelas,” Tegas Ketua Majelis Hakim Mangapul Manalu.(red/tan).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini