80 Persen Peredaran Narkoba di Indonesia Melalui Laut

BATAMXINWEN.COM, BATAM – Deputi Pemberantasan Narkoba BNN, Inspektur Jenderal Arman Depari menegaskan jalur Pantai Rimur Sumatera merupakan rute yang paling sering digunakan untuk transportasi narkoba melalui laut.

“Kita harus waspada, 80 persen perdagangan narkoba melalui jalur laut. Namun, berkat kerjasama dengan Angkatan Laut dan stakeholder lainnya, seluruh garis pantai Indonesia akan terawasi,” kata Arman Depari.

Ia juga menyebutkan, salah satu perhatiannya adalah bagaimana membuat laut Indonesia terbebas dari bahaya peredaran narkoba.

“Itu fokus utama kita,” jelasnya.

Salah satu cara untuk mencegah peredaran narkoba, Bea dan Cukai juga menempatkan beberapa unit K9 di beberapa lokasi masuknya barang dan penumpang.

Sebelumnya, Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI A. Taufiq Rohman mengatakan terungkapnya penyelundupan kapal pembawa sabu sebanyak 1 ton ini, tidak lepas dari perasn serta berbagai pihak keamanan. Serta koordinasi dan sinergitas yang sudah terbangun sejak lama dengan baik.

“Kita saling berkoordinasi setelah Desember 2017 silam, kita mendapatkan informasi bahwa kapal jenis ini juga membawa narkoba jenis sabu sebanyak 3 ton. Setelah kita awasi dan intai cukup lama, ternyata kali ini membawa 1 ton,” terang Taufiq dihadapan awak media, Sabtu (10/2).

Begitu diamankan dan dibongkar, ditemuilah kapal ini beruatan 1 ton sabu-sabu.

“Selanjutnya tersangka dan barang bukti ini kita serahkan ke BNN Republik Indonesia, untuk diproses lebih lanjut ,” katanya lagi.

Ia juga mengatakan, penangkapan ini merupakan tangkapan terbesar. Dan kiuat dugaan kapal ini akan membawa narkoba ke Australia.

“Dari pengakuan tersangka, tapi kemungkinan bisa ke Bali dan daerah Jawa lainnya. Karena ini melewati perairan selatan Indonesia,” terangnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here