Abaikan Imbauan Wali Kota, ATB Kumpulkan Masyarakat Gelar Salat Istisqo’

Batamxinwen, Batam – Setelah wabah virus corona telah diumumkan sebagai bencana nasional, Pemerintah Kota Batam mengeluarkan kebijakan agar masyarakat menerapkan pembatasan sosial sebagai antisipasi penyebaran virus corona.

Dalam surat bernomor 110 Tahun 2020 yang diterbitkan Jumat, 13 Maret 2020 tersebut, Wali Kota Batam mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas mengumpulkan orang banyak di dalam ruangan tertutup dan terbuka pada lingkungan kerja dan perkantoran.

Meskipun demikian, PT Adhya Tirta Batam (ATB) sebagai pemegang konsesi pengelolaan air di Batam malah menggelar kegiatan Salat Istisqo’ di halaman parkir Adhya Building, Sukajadi, Kota Batam, Rabu (18/3) pagi.

Ketika dikonfirmasi, Head of Corporate Secretary ATB Maria Jacobus menyatakan, kegiatan ini sebagai bentuk ikhtiar Majelis Taklim ATB bersama manajemen untuk bermunajat pada Allah SWT agar diturunkan hujan yang bermanfaat untuk kota Batam.

“Kami menyarankan yang mengikuti Salat Istisqo dalam kondisi fit dan sehat. Bagi masyarakat yang kurang sehat untuk tetap berada di rumah. Dalam kegiatan sholat Istisqo ATB tentu mempertimbangkan arahan dari pemerintah dengan menyediakan hand sanitizer,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (17/3).

“Silakan datang bagi yang ingin beribadah, kita menyiapkan juga hand sanitizer, tapi bagi yang enggan datang juga kita tidak memaksa,” imbuhnya.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerbitkan fatwa berupa larangan bagi umat Islam menyelenggarakan salat Jumat berjamaah di wilayah tertentu, Senin (16/03/2020).

Larangan tersebut tertuang dalam Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah dalam Situasi Terjadi Wabah COVID-19. MUI menyebut salat Jumat bisa diganti dengan salat Zuhur di rumah masing-masing.

Tidak hanya itu, MUI juga melarang sementara pelaksanaan ibadah yang membuat konsentrasi massa, seperti salat lima waktu berjamaah, salat Tarawih, salat Id atau pun kegiatan majelis taklim. Larangan berlaku bagi umat Islam di wilayah di mana kondisi penyebaran virus corona sudah tak terkendali.

Dalam fatwa yang sama, MUI merekomendasikan pemerintah agar melakukan pembatasan super ketat terhadap mobilitas orang dan barang yang masuk dan keluar Indonesia. MUI juga meminta umat Islam di Indonesia mematuhi arahan pemerintah mengenai langkah-langkah penanganan virus corona.

Sejauh ini, ada 172 orang yang dinyatakan terpapar virus corona COVID-19, Senin (17/3). Sebanyak 7 orang di antaranya meninggal dunia, sedangkan 9 orang dinyatakan sembuh. (Rega/Ependi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here