Ada Gejala Mirip Corona, Tanya Dulu Dokter di Halodoc dan Gojek

Batamxinwen, Jakarta – Gojek dan Halodoc, dua startup karya anak bangsa, berkolaborasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menyukseskan kebijakan karantina mandiri, guna menekan penyebaran COVID-19 melalui kampanye #dirumahsaja dan pelayanan telemedicine.

Dengan demikian, sistem kesehatan Indonesia bisa berfokus pada pasien bergejala menengah parah. Kolaborasi ini merupakan bagian dari kelanjutan MoU Gojek dan BNPB dalam strategi penanggulangan bencana secara menyeluruh yang telah diresmikan Februari lalu.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengapresiasi gerak cepat Gojek dan Halodoc sebagai perusahaan teknologi yang menjadi mitra Tim Gugus Tugas mempercepat penanganan pandemi.

“Melalui inovasi telemedik hingga mitra driver Gojek yang siap membantu masyarakat memenuhi kebutuhan makanan dan obat-obatan,” kata Doni dalam keterangan pers yang dirilis Head of Corporate Affairs Sumbagsel Gojek Indonesia Aji Wihardandi, Jumat (27/3).

Doni menambahkan, apabila masyarakat merasa sakit atau tidak enak badan, manfaatkan semaksimal mungkin layanan konsultasi dokter online atau telemedik seperti Gojek dan Halodoc ini, agar mereka tetap bisa mendapatkan asistensi medis.
Melalui inovasi terbaru layanan telemedik Gojek & Halodoc, masyarakat bisa berkonsultasi mengenai gejala kesehatan yang sedang dialami dan melakukan “self-assessment” atau pemeriksaaan sendiri terkait COVID-19.

“Apabila ada dugaan menderita COVID-19, dokter dari Halodoc akan berupaya melakukan penanganan dengan meminta pengguna tetap di rumah, menerapkan isolasi di rumah dan obat yang diresepkan akan diantar oleh Gojek ke rumah pengguna. Ini supaya penyebaran penyakit bisa diminimalisir. Bila membutuhkan penanganan dan tindakan lebih lanjut, akan dirujuk ke rumah sakit rujukan,” paparnya.
Sementara itu, mitra dokter Halodoc telah mendapatkan pelatihan dan memiliki pengetahuan yang memadai sesuai anjuran Pemerintah dan WHO mengenai COVID-19, supaya bisa memberikan konsultasi yang tepat.

Layanan telemedik Check COVID-19 dari Halodoc tersedia dalam bentuk shuffle card di aplikasi Gojek. Jutaan pengguna aplikasi Gojek bisa memilih shuffle card Check COVID-19 tersebut di tampilan aplikasi Gojek, dan pengguna akan langsung diarahkan ke layanan Check COVID-19 di aplikasi Halodoc.
Layanan yang didukung oleh lebih dari 20.000 dokter berlisensi dan berpengalaman di dalam ekosistem Halodoc ini mendapat mendapat antusiasme yang luar biasa dari masyarakat. Sejak diluncurkan 13 Maret lalu, layanan ini sudah diakses oleh 2 juta pengguna.

Chief Public Policy and Government Relations Gojek Shinto Nugroho memaparkan, pandemi COVID-19 yang terjadi di Indonesia adalah masa sulit yang harus kita lalui bersama sebagai bangsa. Sebagai perusahaan yang lahir dan besar di Indonesia, Gojek memperkenalkan berbagai inisiatif memastikan seluruh anggota ekosistem kami dan juga masyarakat Indonesia tetap sehat selama masa pandemi ini.

“Inisiatif tersebut dirangkum dalam tiga pilar utama yaitu: pembatasan Jarak (physical distancing), mempraktikkan gaya hidup sehat dan menjaga Produktivitas. Dimana untuk memastikan pembatasan jarak, kami mengajak masyarakat #dirumahaja lewat berbagai channel komunikasi,”ujar Shinto.

Kedua, Gojek memperkenalkan contactless delivery untuk layanan GoFood, supaya risiko penyebaran COVID-19 terus ditekan. Gojek bersama Halodoc juga meluncurkan inovasi layanan pemeriksaaan awal Check COVID-19.

“Layanan ini kami percaya bisa membantu meringankan beban pelayanan di rumah sakit, mempercepat deteksi COVID-19 dan menghindari orang harus keluar rumah untuk tes sehingga pandemi COVID-19 bisa segera berlalu,” katanya. (Ependi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here