Akibat Kekalahan 5-1 PSMS Medan Oleh PSM Makassar, PSMS Terdegradasi dari Liga 1

Laga Liga 1 Indonesia, PSMS Medan Vs PSM Makassar beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan itu, PSMS Medan menang dengan skor 3-1 dalam laga pekan ke-17.Namun laga Minggu (9/12/2018) kemaren menuai kekalahan 5-1 atas PSM Makassar. Foto/BX/Tirto.id

BatamXinwen, Medan – Kekalahan 5-1 PSMS Medan di laga terakhir Liga 1 saat bertandang ke markas PSM Makassar, Minggu (9/12) kemarin, membuat harapan Ayam Kinantan pupus untuk tetap berlaga di liga yang paling bergengsi di Indonesia.

Anak asuh Peter Butler harus menerima pil pahit karena berada di dasar klasemen Liga 1 dan harus terlempar ke Liga 2 pada musim depan.

Mantan pemain PSMS Medan, Yudhi Ramanda, mengomentari hal tersebut, dan mengatakan dirinya sangat merasa sedih dan kecewa karena PSMS Medan tidak bisa bertahan di Liga 1.

“Saya sangat sedih melihat PSMS harus tercampak dari Liga 1 ke Liga 2 tahun depan,” katanya kepada, Senin (10/12).

Rama, sapaan akrabnya, menilai PSMS terdegradasi karena pihak manajemen terlambat melakukan kontrak pemain, ditambah lagi PSMS memilih pelatih yang bukan dari Medan di awal musim.

“Saya rasa karena di awal musim pelatih kita bukan asli dari Medan. Padahal banyak pelatih kita asli Medan yang punya lisensi cukup untuk megang PSMS, seperti Listiadi atau Selamet Riyadi contohnya,” ucapnya.

“Untuk pemain, saya lihat tidak banyak anak Medan. Kemudian ada beberapa pemain Bandung di awal musim yang dikontrak, tapi tidak ada yang menunjukan kualitasnya,” sambung mantan striker Ayam Kinantan itu.

Rama juga mengungkapkan, sejak Liga 1 bergulir, Stadion Teladan Medan sudah tidak ada lagi ruhnya bagi tim lawan. Dirinya melihat PSMS Medan jarang memenangkan pertandingan saat bermain di kandang.

“Sekarang PSMS main di kandang seperti main di luar. Terlalu gampang tim lain ambil poin di Teladan, itu karena banyak pemain yang tidak merasa Teladan ini seperti rumahnya. Seandainya PSMS bisa sapu bersih di kandang, sudah pasti PSMS tidak degradasi,” ungkap Rama yang pernah membawa PSMS juara 1 Piala Emas Bang YOS (2006).

Rama berharap PSMS Medan bisa kembali ke Liga 1 dengan persiapan dari sekarang, serta membentuk manajemen baru yang mengerti sepak bola.

“Kalau ingin maju, bentuk manajemen baru, kontrak pelatih Medan yang tahu betul sepak bola Medan dan juga kontrak pemain kualitas, tentunya secara pribadi saya ingin banyak pemain asli Sumut yang membela PSMS, pasti mereka tahu bagaimana membuat Teladan itu menjadi angker seperti menjaga rumahnya sendiri,” tandasnya.(*)

Sumber : Analisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here