Pernyataan Sikap Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI)

BatamXinwen, Jakarta – Belum genap seminggu peristiwa kerusuhan dan pembunuhan sadis oleh teroris terhadap anggota kepolisian di Mako Brimob Kelapa Dua, kini Gereja Katolik St. Maria Tak Bercela (Ngagel), Gereja Kristen Indonesia (Jl. Diponegoro), dan GPPS (Jl. Arjuna) terjadi ledakan.

Akibatnya, 10 orang meninggal dunia dan 40 korban luka-luka (data sementara).

Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) menyatakan turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya atas korban meninggal.

Menanggapi peristiwa bom bunuh diri tersebut, PMKRI mengutuk keras aksi teror yang merenggut korban jiwa dan meminta seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap tenang dan tak terprovokasi oleh situasi.

PMKRI mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap menjaga persatuan untuk menangkal radikalisme dan terorisme di kalangan masyarakat.

PMKRI mengharapkan agar pemerintah dan pihak kepolisian segera mengusut tuntas pelaku bom bunuh diri yang menyerang Gereja Katolik dan Kristen.

Dan di atas segalanya melakukan pemberantasan yang radikal terhadap tindakan teror, demi memastikan dan menjamin keamanan nasional seluruh warga Negara Indonesia.

Dua peristiwa teror yang terjadi dalam seminggu ini, merupakan tanda bahwa Negara lemah dan tak hadir serta aparat keamanan lalai dan abai. Sehingga menyebabkan tindakan yang merenggut banyak nyawa itu terjadi.

PP PMKRI berkoordinasi dengan rekan-rekan PMKRI Surabaya untuk turun ke lokasi dan terlibat bersama umat Gereja.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here