Empat botol puntung rokok yang dikumpulkan dalam Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN), foto : Bintang/ BX

Batamxinwen, Batam – Ada yang unik dalam peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) di Tempat Wisata Alam, Muka Kuning, Batam. Lokasi yang menjadi salah satu titik kunjungan Ibu Negara Iriana beserta rombongan ini, diwarnai aksi heroik beberapa orang lelaki yang memungut ribuan sampah puntung rokok yang ada sekitar lokasi acara.

Saat didatangi Batamxinwen.com, Rabu (7/8) siang, salah satu dari mereka sedang terlihat sedang memungut puntung rokok dari bawah kaki seorang pengunjung.

“Permisi mas,” kata Agus Ariya Santa tersenyum sambil memungut puntung rokok yang baru saja dibuang oleh salah seorang pengunjung.

Ya. Entah apa yang ada dibenak pengunjung itu. Namun jelas ia tampak sangat kaget, lalu dengan wajah memerah ia balik badan berlalu pergi begitu saja.

“Gak bisa dilarang, bukan hak kita. Semoga dengan saya ambil puntung rokok yang dia buang, dia jadi malu dan sadar sendiri,” ucap Santa, sambil membawa kami berteduh dari panasnya matahari di standnya yang berukuran 4×4 itu.

Dari spanduk yang terbentang di stand diketahui bahwa mereka ini tergabung dalam sebuah lembaga non formal yang berfokus pada seni budaya dan lingkungan ‘Rumah Pohon Institute’ atau disingkat RPI.

Lanjut, dalam waktu kurang dari 30 menit, mereka mengaku berhasil mengumpulkan empat botol air mineral ukuran 750 ml penuh sampah puntung rokok.

Secara tidak langsung, hal ini mencerminkan masih rendahnya kesadaran masyarakat dan minimnya pengetahuan akan bahaya dari puntung rokok yang dibuang sembarangan.

Padahal puntung rokok selain sampah beracun juga adalah jenis sampah yang susah terurai. Filter rokok mengandung plastik selulosa astetat atau suatu bentuk sampah yang sulit terurai dan dapat bertahan lama di lingkungan.

Selanjutnya, saat kami sedang asik mengobrol bertanya-tentang produk-produk kreatif yang mereka jajakan dalam HKAN ini, Mentri KLHK, Siti Nurbaya Bakar beserta jajaran datang menyambangi lokasi stand.

“Hei ini jualan apa,” tanya Siti Nurbaya Bakar menyapa kami yang sedang santai mengobrol, “Ada baju, totebag bebas yang dari sampah plastik buatan sendiri buk,” jawab Santa.

Selanjutnya, Siti Nurbaya yang sedang melihat stand, pandangan sekejap langsung teralih melihat empat botol penuh berisi puntung rokok yang sengaja mereka letakkan tepat didepan stand.

Setelah dijelaskan apa maksud dari empat botol berisi puntung rokok tersebut, Siti Nurbaya tampak tersenyum dan mengangkat jempolnya. Terkesan ia pun langsung memborong habis baju-baju yang dijajakan

“Bagus, dibantu ya dek jaga lingkungan. Baju-bajunya ibu ambil,” ucapnya sembari mengigatkan anggota yang ia bawa untuk mengambil baju-baju bertuliska pesan lingkungan tersebut.

Lanjut, ketika ditanya perasaannya ketika aksinya di puji oleh ibu mentri dan barang dagangannya habis diborong. Santa mengaku biasa saja. Ia sebutkan itu sudah tanggung jawabnya menjadi manusia.

“Biasa saja, budaya dalam RPI memang menjaga lingkungan. Dimulai dari diri sendiri,” ucapnya.

Selain itu ia mengatakan bahkan botol berisi puntung rokok itu sempat ditawar oleh ibu-ibu. Namun dengan tegas ia katakan bahwa sampah tersebut bukanlah barang dagangan.

“Mereka tawar kami gak jual. Katanya sih salut. Salah satunya bilang begini; iya mas orang yang datang emang orang-orang pendidikan tinggi, tapi kesadaran dibawah alas kaki. Ini acara konservasi alam tapi malah mereka yang merusak alam,” kata Santa menjelaskan.

Meskipun dalam kegiatan ini banyak menaruh kekecewaan karena Ibu Negara berkunjung kurang lebih hanya 10 menit, Namun, aksi Santa dan kawan-kawan RPI tetap menjadi hal yang terunik. (Bintang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here