Batamxinwen, Batam – Aktivitas pertambangan pasir laut ilegal di Provinsi Kepri, mengakibatkan kerusakan ekologis yang cukup parah. Bahkan, beberapa pulau nyaris tenggelam.

Kerusakan ekologis yang diakibatkan tambang pasir laut ilegal di beberapa pulau ini terungkap setelah Komandan KRI Torani, Mayor Agus, diperintahkan Komandan Guskamla Koarmada I, Laksamana Pertama Yayan Sofiyan untuk melakukan investigasi terkait laporan masyarakat maritim tentang adanya aktifitas tambang pasir laut.

“Saat kita melakukan pantauan dari arah selatan, terlihat aktivitas beberapa unit truk dan kapal tongkang beserta tug boat sedang melakukan penambangan pasir di Pulau Citlim,” ujar Mayor Agus di atas KRI Torani, Kamis (25/7).

Akibat penambangan pasir laut ilegal itu, kerusakan ekologis di Pulau Citlim sudah terlihat cukup parah. Lanjut, Mayor Agus, kerusakan parah juga terjadi di Pulau Sebait dan pulau di sekitarnya.

“Hampir setengah dari Pulau Sebait itu sudah hilang. Kalau air pasang, pulaunya hampir tenggelam. Begitu juga dengan Pulau Pandanan yang hampir tenggelam,” ujarnya.

Mayor Agus juga mengatakan, menurut hasil pemeriksaannya terhadap kapten tug boat yang diamankan pihaknya, pasir laut hasil tambang ilegal itu diangkut ke Bengkalis. (jkf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here