Angka Covid-19 Melejit, Batam Bersiap Berlakukan PPKM Mikro

Yusfa Hendri, Foto : Istimewa

Batamxinwen, Batam – Kasus Covid-19 dalam beberapa waktu terakhir, melonjak drastis . Kondisi ini  menjadi salah satu alasan  diterapkannya  Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro  di Kota Batam.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Yusfa Hendri menegaskan Pemko Batam akan memberlakukan  Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro  di Kota Batam.

Selain pemberlakuan kembali PPKM skala mikro, ada hal lain yang juga diputuskan. “Rapat tadi membahas peningkatan pengawasan dan penindakan protokol Covid-19, dan juga mengenai kepulangan PMI (Pekerja Migran Indonesia),” ujar Yusfa, Senin (26/4/2021).

Ia menyebutkan kegiatan pengawasan protokol Covid-19 akan dijadwalkan tiga kali seminggu. Dalam kegiatan pengawasan tersebut, upaya penindakan akan dilakukan bagi para pihak yang melanggar protokol kesehatan (prokes).

“Penerapan sanksi akan dilakukan bertahap sesuai dengan Perwako nomor 49 tahun 2020 terkait Protokol Covid-19,” katanya.

Kemudian terkait kepulangan PMI, satgas memastikan proses tersebut berjalan dengan lancar. Kepulangan PMI sudah menjadi perhatian serius dari Pemerintah Pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“PMI yang pulang melalui Batam masih terus berdatangan,” katanya.

Terakhir, mengenai pemberlakuan kembali PPKM skala mikro, Yusfa menjelaskan upaya yang dilakukan yaitu pembatasan terhadap keluar masuknya orang dalam satu perumahan atau dalam satu RT ke perumahan atau RT lainnya.

“Melakukan evakuasi kepada masyarakat yang terdampak,” katanya.

Selanjutnya melakukan tracing (penelusuran kontak) kepada orang yang memiliki kontak erat dengan seseorang yang terkonfirmasi positif Covid-19.  “Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terus berjalan,” kata dia.

Ia menambahkan, PPKM ini tidak berkaitan dengan pembubaran massa atau kerumunan, akan tetapi lebih fokus ke lingkungan perumahan atau tingkat RT.

Menurutnya, jika penanganan di tingkat RT bisa berjalan baik, maka tentu penanganan di tingkat kelurahan, kecamatan, dan kota. Meski demikian, Yusfa tidak menyebut secara pasti kapan PPKM skala mikro ini diterapkan.

“Jadi semua harus terlibat dalam penanganan Covid-19 ini. Terutama RT/RW karena kalau ads kasus proses tracing bisa lebih cepat dilakukan jika mereka terlibat,” jelasnya.

Ia mengimbau agar masyarakat tetap bisa menjaga diri ketika beraktivitas di luar rumah serta membatasi kegiatan luar ruangan yang dirasa tidak terlalu penting. “Saat ini kasus Covid-19 meningkat, ini penyebabnya banyak yang melanggar prokes,” ucapnya. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here