Marlin yang Tak Lain Merupakan Istri Walikota Batam, Diketahui Melaksanakan Sosialisasi di Hadapan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia Kepri, pada Rabu (05/08)/BX

Batamxinwen, Batam – Berbagai kalangan masyarakat mendesak Bakal Calon Wakil Gubernur (Bacawagub) Kepulauan Riau (Kepri), Marlin Agustina agar tidak menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi dan ambisi politik guna meraup simpati masyarakat jelang Pilkada Kepri mendatang.

Pasalnya, belum lama ini, Marlin yang tak lain merupakan istri Walikota Batam, diketahui melaksanakan sosialisasi di hadapan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia Kepri, pada Rabu (05/08).

Kedatangan Marlin diketahui didampingi sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Batam. Diantara yang turut hadir Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdako Batam Yusfa Hendri, Asisten Administrasi dan Umum Setdako Batam Heriman Hk, serta Kepala Bagian Tata Pemerintahan Kota Batam Sri Indra Praja.

Selain berkunjung, Marlin kedapatan membagikan sembako berupa beras premium dalam kemasan masing-masing 25 Kg, merek Ayam Pelung, dengan total keseluruhan 300 kilo gram.

Praktis kegiatan Marlin tersebut menimbulkan kecurigaan di kalangan masyarakat, lantaran diduga ada motif politik dibalik kegiatan yang bernuansa sosial tersebut.

Seperti yang diungkapkan oleh Pengamat Politik Kepri, Muhammad Shaleh.

Menurutnya wajar saja jika kemudian publik mengecam kegiatan tersebut sebab dinilai menggunakan fasilitas dan atribut Pemerintah untuk kepentingan pribadi.

“Seharusnya memang kandidat yang bakal maju di Pilkada itu, siapapun orangnya, harus melepaskan atribut Pemerintahan yang melekat pada dirinya. Dengan begitu tidak akan ada tuduhan atau prasangka seperti ini,” ungkap Shaleh, Sabtu (08/08).

Terkait kegaduhan di ranah publik khusunya di media sosial, Shaleh mengatakan, publik harus secara serius mengawal dan mengawasi setiap gerakan setiap calon kandidat. Sehingga, keterlibatan serta partisipasi masyarakat pada Pilkada tidak hanya sebatas memilih, tetapi juga terlibat dalam seluruh tahapannya.

“Di era demokrasi hari ini, publik sudah sangat cerdas dan kritis dengan setiap helatan politik. Ini juga harus terus ditingkatkan, terutama pegiat media sosial dan media masa terus mengawasi setiap tahapan Pilkada,” imbuhnya.

Masih kata Shaleh, pihaknya menyarankan agar Marlin Agustina untuk mundur dari seluruh jabatan yang lekat kaitannya dengan dunia Pemerintahan. Sehingga, lanjut Shaleh, publik yakin dan percaya bahwa kegiatan calon murni menggunakan dana dan fasilitas pribadi atau kelompok bukan fasilitas negara.

“Tak bisa satu kandidat melakukan kegiatan politik dibiayai oleh negara, sangat keliru. Yang dikhawatirkan hilangnya trust publik pada Pemerintah karena hal-hal demikian. Lebih baik dan lebih elok mundur saja lah,” pungkasnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here