Ketua PMI Kota Batam, Sri Soedarsono (kanan) di wawancarai usai kegiatan Muscab organisasi yang dipimpinnya itu. Foto : Bintang/ BX

Batamxinwen, Batam – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Batam, Sri Soedarsono mengatakan, masih banyak rumah sakit di Batam yang tidak patuh dan menunggak membayar darah.

Hal ini kata dia merupakan dampak BPJS Kesehatan yang tak kunjung membayar utang dan akibatnya tidak hanya dirasakan oleh rumah sakit. Namun juga dirasakan oleh PMI.

“Iya masih ada rumah sakit yang menunggak sampai tiga bulan tidak membayar utang kantong darah ke PMI,” ujar Sri Soedarsono, Sabtu (30/11).

Keluhan ini pun kata dia sebenarnya sudah disampaikan melalui rekomendasi ke Wali Kota Batam, Muhammad Rudi. Dan dalam rekomendasi dia juga meminta agar fasilitas layanan darah di rumah sakit ikut ditingkatkan.

Selain itu kata dia, ini bukan semuanya kesalahan BPJS. Beberapa rumah sakit juga terkesan sengaja membayar lebih lama dari tagihan yang ditentukan. Sebab kata dia, seharusnya sudah tidak ada alasan, setelah BPJS meluncurkan program memberikan layanan pinjaman kepada bank untuk rumah sakit.

“Persedian darah juga kita juga kan masih kurang dari permintaan, jadi saya harap ini bisa dapat perhatian lebih,” ujarnya.

Ya patut diketahui, untuk mendapatkan darah juga bukan lah hal yang gratis dan darah itu tidak semurah yang dibayangkan. Sebab sekantong itu sudah ditetapkan oleh Kementerian pusat bahwa darah di PMI dihargai 360.000 Rupiah per kantong. (Bintang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here