BC Batam Tangkap Kapal Rahmat Jaya Bawa Ratusan Elektronik di Perairan Tanjung Riau

Petugas mengamankan kapal pembawa barang elektronika

Batamxinwen, Batam – Jajaran petigas dari Bea dan Cukai Kota Batam berhasil menangkap kapal Rahmat Jaya 09 yang berupaya melakukan penyelundupan ratusan barang elektronik di perairan Tanjung Riau, Senin (8/2/2021) lalu.

Kepala Bea dan Cukai Kota Batam, Susila Brata mengatakan penangkapan tersebut berawal dari laporan masyarakat yang mengatakan sda kegiatan pemuatan barang-barang eks Free Trade Zone (FTZ).

“Barang tersebut akan dibawa dari Tanjung Riau tujuan Tembilahan menggunakan speed boat penumpang SB. Rahmat Jaya 09,” ujarnya melalui siaran pers yang diterima Batamxinwen.com, Jumat (19/2/2021).

Kata dia, setelah mendapatkan informasi tersebut, pukul 06.00 WIB Satgas Patroli Bea dan Cukai melakukan patroli laut di sekitaran perairan Sekupang.

Selanjutnya, pada pukul 09.00 WIB dari arah perairan Tanjung Riau terlihat sebuah speed boat dengan haluan mengarah ke Pelabuhan Domestik Sekupang.

“Satgas Patroli lalu segera melakukan pengejaran dan berhasil merapat di lambung kiri yang diketahui kapal tersebut. Kemudian melakukan pemeriksaan awal dan berkat kejelian petugas, ditemukan sejumlah barang berharga di speed boat tersebut,” jelasnya.

Ia menuturkan, barang tersebut disembunyikan pelaku, R (39) yang merupakan nahkoda Speed Boat pada bagian dinding dan di bawah lantai Speed Boat terdapat barang bukti 348 unit elektronik berupa telepon genggam, laptop, dan komputer berbagai merk dan jenis.

“Kemudian juga terdapat 108 botol dan 432 kaleng botol minuman mengandung etil alkohol berbagai merek tanpa dilekati pita cukai, dan 70 pcs aksesoris laptop berbagai merek,” ungkapnya.

Akibat kegiatan tersebut, total nilai barang ditaksir mencapai sekitar Rp.1,56 Miliar dengan potensi kerugian negara sebesar Rp. 414 juta,” tegasnya.

Ditambahkan, barang-barang tersebut diduga akan dikeluarkan dari Kawasan Bebas Batam ke tempat lain dalam Daerah Pabean tanpa dilengkapi dokumen kepabeanan.

Selain itu, tersangka diduga melanggar Pasal 102 huruf e dan/atau huruf f Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan dan/atau Pasal 54 dan/atau Pasal 56 Undang-undang No.39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai.

“Atas penindakan tersebut saat ini sedang dinaikkan ke tahap Penyidikan,” pungkasnya. (Shafix)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here