Foto: AJENG DINAR ULFIANA | KATADATA

Batamxinwen, Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menandatangani perjanjian jual beli saham PT Bank Rabobank International Indonesia. Berdasarkan perjanjian, BCA membeli 3.719.070 saham Rabobank Indonesia dengan total nilai transaksi sebesar Rp 397 miliar. Dengan begitu, BCA menjadi pemegang seluruh saham bank tersebut.

“Nilai itu akan disesuaikan dengan memperhitungkan pendapatan atau kerugian Rabobank Indonesia pada saat tanggal penyelesaian Rencana Transaksi (transaction closing),” dikutip dari Keterbukaan Informasi, Rabu (11/12).

Adapun akuisisi tersebut bertujuan untuk mengembangkan bisnis anak usaha BCA. Perseroan juga menyatakan bakal mengkaji kemungkinan penggabungan bank yang diambil alih dengan entitas anak usaha BCA.

Sebelumnya, Presiden Direktur BCA Jahja Setiadmaja mengatakan ada beberapa rencana terkait akuisisi bank, yaitu menggabungkan dengan BCA Syariah, melebur ke dalam BCA, atau digabungkan dengan Bank Royal yang rencananya diubah menjadi bank digital.

“Kami kan mesti cari dulu, (butuh waktu) lama. Saat ini belum ada progresnya, mau bereskan satu dulu, (akuisisi) Bank Royal,” kata Jahja usai mengakuisisi Bank Royal, di Jakarta, Rabu (30/10).

BCA mengakuisisi Bank Royal dengan menggelontorkan dana sebesar Rp 988,04 miliar untuk mengambil alih seluruh saham Bank Royal dari pemilik sebelumnya yakni Keluarga Soemadi. Keluarga tersebut memiliki usaha baja di PT Master Steel Mfg dan PT Pulogadung Steel. Setelah penyelesian akuisisi tersebut, BCA akan menguasai 99,99% saham Bank Royal, sedangkan 0,01% dimiliki oleh PT BCA Finance.

Akuisisi Bank Royal didorong oleh kebutuhan BCA memiliki bank kecil agar lebih fleksibel dalam melayani nasabah. Bank Royal memiliki modal inti (tier 1) sebesar Rp 319,71 miliar atau masuk dalam Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) 1. Bank tersebut fokus melayani nasabah segmen usaha kecil dan menengah (UKM).

Bank Royal berdiri dengan nama PT Bank Rakyat Parahyangan yang berkedudukan di Ciparay, Bandung, Jawa Barat, pada 25 Oktober 1965. Bank ini sempat mengalami dua kali pergantian nama, yakni pada 21 Agustus 1982 menjadi PT Bank Pasar Rakyat Parahyangan, kemudian pada 8 Januari 1990 menjadi nama yang digunakan hingga kini, PT Bank Royal Indonesia.(*)

Sumber: katadatacoid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here