Kepala Bea dan Cukai Batam Susila Brata didampingi Kabid BKLi Sumarna, memberi penjelasan terkait hilangnya isi lima kontainer limbah B3, foto : Bintang/BX

Batamxinwen, Batam – Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Tipe B Batam, Susila Brata membantah indikasi hilanganya volume isi sejumlah kontainer limbah plastik yang dipastikan mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3).

Dugaan hilangnya sejumlah isi kontainer limbah itu dilontarkan Komisi III DPR RI saat melakukan kunjungan di Pelabuhan Batuampar, Batam, Selasa (23/7) lalu.

Susila Brata menjelaskan, pemeriksaan terhadap isi kontainer tersebut selalu dilakukan bersama beberapa pejabat instansi terkait sesuai prosedur.

“Pada pemeriksaan fisik selalu didahului dengan pengecekan keutuhan segel pelayaran, dan saat dilakukan pembukaan segel pelayaran pun juga disaksikan oleh pemilik atau perwakilan. Lalu pengambilan foto juga dilakukan saat kontainer dibuka, setelah dibuka, hingga ditutup kembali,” jelas Susila Brata, Rabu (24/7) sore.

“Pada pemeriksaan fisik selalu didahului dengan pengecekan keutuhan segel pelayaran, dan saat dilakukan pembukaan segel pelayaran pun juga disaksikan oleh pemilik atau perwakilan. Lalu pengambilan foto juga dilakukan saat kontainer dibuka, setelah dibuka, hingga ditutup kembali,” jelas Susila Brata di Kantor Pelayanan Beacukai tipe B Batam, Rabu (24/7) sore.

Lanjut Susila Brata, setiap pemeriksaan juga selalu dilengkapi dengan berita acara yang ditandatangani oleh seluruh pejabat dari instansi yang melakukan pemeriksaan yakni diantarannya, KPU BC Batam, Kemenko Kemaritiman, Kementrian perindustrian, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementrian perdagangan, serta Dinas lingkungan hidup juga KSO Sucofindo.

“Selama pemeriksaan dan hingga saat ini kami juga terus berkordinasi dengan instansi terkait, termasuk Polda Kepri untuk pendampingan. Dan, saya memastikan kondisi kontainer saat pertama kali dibuka 18 Juni lalu, sama dengan saat dibuka oleh Komisi III, yang dimana terdapat rongga disana,” jelasnya.

Susila Brata juga menyayangkan pemberitaan di beberapa media yang menyebutkan bahwa 5 kontainer yang dikatakan isinya hilang tersebut diduga berisi narkoba. Susila dengan tegas berani menjamin kontainer tersebut bersih dan sesuai sebagaimana awalnya ditemukan.

“Tidak ada narkoba, jika ada pastinya kita akan langsung koordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN). Lagipula kontainer itu memang isinya tidak sama semua, bahkan beberapa kontainer ada yang hanya terisi hanya 3/4 saja,” ujarnya.

Namun, terlepas dari tudingan miring itu, Susila tetap mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih setinggi-tingginya kepada para anggota dewan Komisi III DPR RI yang telah memberi atensi terhadap permasalah sampah limbah plastik di Kota Batam.

“Yakinlah, kami tidak sedang bermain-main disini, karena jika bermain-main yang terkena dampaknya tentu kami juga. Selain itu hendaknya jangan membuat masyarakat semakin resah karena limbah. Kami ingin semua kontainer cepat dikembalikan ke negara asalnya,” pungkasnya (Bintang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here