BatamXinwen,Natuna – Masyarkaat nelayan di Natuna masih tradisonaal. Cara dan alat yang mereka gunakan untuk menangkap ikan pun masih tradisional. Hal itu menjadi perhatian Polda Kepri untuk memberdayakan para nelayan tradisional Natuna itu.

Melalui Direktorat Intelkam Bidang Ekonomi, Polda Kepri menyambangi Kabupaten Natuna, Senin (24/9), untuk meningkatkan taraf hidup nelayan tradisonal dengan membekaali nelayan-nelayaan tradisional tentang cara menangkap ikan yang lebih modern, dan menggunakan alat yang lebih modern, sehingga hasil taangkapan nelayan pun meningkat.

Setelah melakukan survei untuk memberdayaakan nelayan di Natuna, Polda Kepri melalui Direktorat Intelkam Bidang Keamanan, mengikutkan 60 orang nelayan dalam kegiatan: Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat Nelayan Menghadapi Persaingan global, yang digelar di Natuna Hotel, dan melibatkan sejumlah narasumber dari unsur lembaga dan instansi Pemerintah Kabupaten Natuna, antara lain Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Perindustrian dan perdagangan, Perusda Natuna, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Natuna dan PT. Perindo Selat Lampa.

Kapolda Kepri melalui Kasubdit 2 Bidang Intelkam, Bagian Ekonomi, Kompol Joko Priyantoko mengatakan, tujuannya kegiatan ini untuk memberikan solusi agar nelayan tradisonal dapat meningkatkan hasil tangkapannya, sehingga taraf hidup nelayan juga meningkat.

“Kita ketahui bahwa nelayan di Natuna masih tradisonal. Kegiatan ini adalah bentuk dari solusi yang diberikan Polda Kepri pada masyarakat nelayan Natuna,” kata Joko.

Sebelumnya, Dirintelkam Bidang Kemanan Bagian Ekonomi melakukan survei terhadap kehidupan masyarakat nelayan di Natuna. Hasilnya, selama ini, banyak keluhan masyarakat tentang mahalnya harga ikan dan sedikitnya tangkapan nelayan.

“Salah satu penyebabnya adalah alat tangkap nelayan yang masih sangat tradisional, dan dipengaruhi siklus migrasinya ikan karena faktor musim,” kata Joko.

“Kelangkaan ikan beberapa waktu lalu, disebabkan pengaruh musim, siklus migrasinya ikan dan pengaruh alat tangkap nelayan yang masih sangat tradisional,” ujar Kompol Joko.

(DR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here