ilustasri

Batamxinwen, Batam – Usai sudah Mindo Tampubolon kabur dan menghirup udara segar di dunia bebas. Terpidana hukuman seumur hidup atas ganjarannya membunuh istrinya Putri Mega Umboh itu harus menjalani hukuman badannya di balik jeruji lembaga pemasyarakatan.

Adalah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Batam, Kepulauan Riau (Kepri) telah menyediakan sel khusus bagi buronan 6 tahun itu dengan penjagaan level atas alias maximum security (pengamanan maksimum).

Sel ini sedikit terpisah dari sel lainnya berlantai tiga, yang ditempati nara pidana warga binaan lainnya. Di bangunan berlantai tiga itu berlaku pengamanan medium, yang sedikit lebih luas dengan pintu pengamanan mudah diakses.

“Jadi ketika pintu pertama dibuka, warga binaan bisa langsung melihat halaman tengah bangunan lapas,” kata Kepala Lapas Batam Surianto, dalam perbincangan bersama Batamxinwen.

Hal berbeda di sel khusus dengan maximum security yang ditempati Mindo Tampubolon bekas perwira polisi tersebut. Sel khusus dengan penjagaan ekstra ketat ini, ukurannya sempit dan hanya bisa ditempati terbatas 3 orang. Sel ini agak gelap dengan empat pintu kokoh yang sulit untuk dijebol. Sel ini pun tak mudah dijangkau siapapun, termasuk petugas lapas.

“Pokoknya sangat ketat dan sulit dijangkau. Sama seperti sel dalam sel atau penjara dalam penjara,” katanya.

Memang sesuai standar operasional prosedur (sop), setiap warga binaan yang baru masuk di lapas tersebut, wajib menikmati ruangan gelap dengan empat pintu itu. Hal itu untuk memastikan yang bersangkutan untuk menyesuaikan diri dengan semua peraturan dan pembinaan dalam lapas. Termasuk juga sebagai bagian dari pengamanan baik bagi warga binaan baru itu ataupun bagi warga binaan yang lama. Siapa sangka warga binaan baru miliki musuh dan jika digabung akan memberi dampak buruk baginya.

“Jadi keselamatan diri dan para penghuni lainnya menjadi pertimbangan warga binaan baru diinapkan di sel khusus itu,” katanya.

Kondisi itulah yang saat ini dinikmati Mindo Tampubolon pascaditangkap Tim Intelijen Kejaksaan RI dan Kejaksaan Negeri Batam berakhir, Selasa 25 Juni 2019 di rumahnya Kelurahan Jagabaya II, Kecamatan Way Halim, Kota Bandar Lampung sekitar pukul 21.30 WIB.

Meskipun sebagai penghuni sel khusus, namun yang pasti bekas Kasubdit II Ditreskrimsus Polda Kepri itu tetap akan terlayani seluruh haknya. Dia pun berpotensi digabungkan dengan narapidana lainnya di sel dengan penjagaan medium, jika menujukan perubahan dengan mengikuti semua aturan dan program pembinaan yang diberlakukan dalam hotel prodeo itu.

Mindo dijatuhi hukuman seumur hidup penjara dalam putusan kasasi Mahkamah Agung Nomor 1691K/PID/2012 tanggal 12 September 2013 tentang Tindak Pidana Pembunuhan Berencana yang dilakukan secara bersama sama dengan Gugun Gunawan alias Ujang dan Rosita alias Ros.

Setidaknya kerja keras pihak kejasaan yang meringkus Mindo Tampubolon dan menjebloskan ke Lapas Batam, akan sedikit membangkitkan kepercayaan publik termasuk mereka yang ikut berduka atas kematian Putri Mega Umboh. Bahwa hukum harus tegak berdiri, dan lebih dari itu, agar Putri Mega Umboh bisa tenang di alam sana.(arh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here