Batamxinwen, Jakarta – Demonstrasi mahasiswa di depan DPR RI, Selasa (24/9) kemarin berakhir ricuh. Polda Metro Jaya sendiri mencatat ada 265 mahasiswa dan 39 polisi yang menjadi korban luka dalam aksi demo tersebut.

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengatakan, demo tersebut awalnya berlangsung damai. Aksi unjuk rasa berlangsung kondusif pada pagi hari.

“Pada pagi pukul 08.00 pagi sudah ada, kemudian sampai jam 02.00 siang mereka mulai masuk ruas jalan tol, tapi situasi masih aman dan kondusif,” kata Irjen Gatot dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (25/9/2019).

Menjelang pukul 16.00 WIB, perwakilan mahasiswa meminta bertemu dengan pimpinan DPR. Polisi kemudian melakukan mediasi.

“Dari pihak kepolisian berkoordinasi dengan pak Sekjen (DPR), pak Sekjen menyampaikan bahwa Ketua DPR bersama pimpinan lainnya siap menerima,” kata Gatot.

“Tetapi dari adik-adik mahasiswa menghendaki Ketua DPR dan pimpinannya untuk datang ke tengah-tengah adik-adik mahasiswa yang sedang laksanakan unjuk rasa. Tentunya ini tidak bisa karena melihat berbagai faktor tentunya,” sambung Gatot.

Karena pimpinan DPR tidak mau hadir di tengah-tengah massa, massa pun kemudian mengancam.

“Setelah itu adik-adik mahasiswa menyampaikan sampai pukul 16.00 WIB apabila pimpinan DPR nggak ada di tengah-tengah mereka, maka mereka tidak bertanggung jawab atas apa yang terjadi,” tuturnya.(*)

Sumber: Detik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here