Begini Pengakuan dan Alasan yang Siswa Terlibat Prostitusi Online di Batam

prostitusi siswa
Ilustrasi

Batamxinwen – Sungguh pilu mendengar praktik prostitusi yang melibatkan kalangan remaja, apalagi masih berstatus sebagai siswa atau pelajar. Namun, itulah kenyataan dari hasil pengembangan Reskrim Polsek Batuaji Batam atas pengungkapan praktik prostitusi online beberapa waktu lalu.

Polisi berhasil mengungkap kasus ini setelah mendapatkan laporan dari masyarakat dan melakukan penyamaran untuk menjebak para mucikasi dan sindikat yang terlibat dalam praktik bisnis esek-esek itu.

Mengapa Artis Terjebak Prostitusi? Simak 4 Hal ini

“Untuk mengungkap kasus tersebut polisi berpura-pura menjadi pelanggan dan memesan wanita yang bisa digunakan untuk memuas nafsu,”kata Kapolsek Batuaji Kompol Jun Chaidir, Selasa (28/7/2020).

Polisi yang menyamar lalu memesan pasangan masih umur belia. Dari dua yang dipesan, mucikari dan sindikat prostitusi online ini hanya bisa menyediakan seorang saja. Sedangkan seorang lainnya adalah remaja yang sudah dewasa.

Alhasil, polisi pun menangkap pelaku dan orang-orang yang terlibat dalam praktik prostitusi online itu. Terdapat beberapa orang yang kemudian digelandang ke Mapolsek Batuaji untuk dilakukan pemeriksaan.

Ilustrasi

Pengungkapan Dua Remaja Mucikari Prostitusi Online di Batam

Dari pemeriksaan terhadap anak-anak yang dilibatkan dalam bisnis esek-esek itu didapatkan keterangan tentang alasan mereka terjebak di lembah lendir itu. Menurut keterangan Kanitreskrim Polsek Batuaji Iptu Thetio, anak-anak itu mengaku hanya ingin memenuhi gaya hidup dan mendapatkan sejumlah uang untuk digunakan mengukuti perkembangan zaman.

“Kita lihat anak-anak zaman sekarang hampir rata-rata punya handphone Android. Jika dipikir memiliki handphone android, banyak biaya yang diperlukan,” kata Thetio.

Anak-anak diduga hanya menjadi korban dari upaya sindikat prostitusi online dalam melakukan aksinya. Dia menambahkan, beberapa korban mengaku butuh uang membeli handphone dan membeli kuota internet.

Modus dan Peran Mucikari Prostitusi Online di Batam dalam Menjadi Mangsa dan Korban

“Para korban rata-rata masih se-umuran SMP yang ingin mendapatkan handphone dan ingin mengisi paket internet,” kata Thetio.

Hingga saat ini, Polsek Batuaji masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut atas perkara ini. Polisi juga masih akan memeriksa pihak-pihak lain yang kemungkinan terlibat dalam sindikat prostitusi online ini.

“Kasusnya masih kita kembangkan, apakah ada motif lain,” kata Thetio.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here