Berangkat Kerja, Cewek Mukakuning Jadi Korban Pelecehan Seksual di Sagulung

Inilah sosok pria berkelakuan aneh yang beraksi didepan sejumlah perempuan muda di Sagulung

Batamxinwen,Batam – Seorang wanita yang bermaksud hendak berangkat kerja, menjadi korban pelecehan seksual seorang pria tak dikenal.

Korban brinisial CJ (23) menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang pria tak dikenal (OTK) ketika ia tengah menunggu angkutan umum untuk pergi bekerja ke salah satu kawasan industri Batamindo, pada Sabtu (4/4/2021) pukul 21.00 WIB.

Korban menceritakan pada saat itu dirinya bersama dengan tiga orang rekannya tengah duduk di Halte Simpang Kavling Lama, Sagulung, Batam. Sambil menunggu angkutan umum yang biasanya menjadi cateran mereka untuk berangkat kerja.

Namun, tiba-tiba ada seorang pria (OTK) diperkirakan berumur 55 tahun, menggunakan masker menutupi wajahnya memberhentikan motor yang ditungganginya di depan Halte tersebut. Pria yang masih mengenakan helm iti menggunakan motor Yamaha Vega berwarna hitam dari arah Tanjung Uncang menuju ke arah Muka Kuning.

Masih dalam kondisi motor dan lampu masih menyala, pria itu bergelagat aneh. Tak berapa lama ketiga cewek yang kerja di Mukakuning itu terkejut tak karuan atas aksi aneh yang dilakukan pria di atas motor tersebut.

“Sesampainya di depan kami, orang itu langsung (maaf : mengeluarkan kemaluannya). Terus kami kaget dong, dan langsung kami teriakin sambil videokan orang itu untuk barang bukti,” ujarnya ketika dikonfirmasi, Sabtu (4/4/2021) usai kejadian.

Kata dia, pria tersebut melakukan aksinya ini diperkirakan hingga 5 menit lamanya, setelah itu langsung kabur ke arah Muka Kuning.

“Kejadian ini juga bukanlah yang pertama kali saya alami di sana, bahkan pada pagi harinya teman saya satu perusahaan juga mengalami kejadian ini. Tentu ini membuat kami kaum hawa trauma,” tegasnya.

Ketika ditanyakan, apakah sudah pernah melaporkan kejadian ini ke wilayah hukum Polsek terkait, Tina mengaku belum pernah melaporkan masalah ini karena takut laporan tersebut ditolak karena bukti kurang lengkap.

“Harapan kami tentu, kalau kejadian ini di blow up ke media bisa segera ditindak oleh Kepolisian, karena jujur saja aksi ini sangat meresahkan kami dan membuat kami trauma,” jelasnya.

Mendapatkan keterangan dari korban, awak media pun mencoba menginformasikan kepada pihak Polsek Sagulung untuk menindak lanjuti kasus tersebut.

Menanggapi informasi ini, Kapolsek Sagulung, AKP Yusriadi Yusuf mengatakan, pihaknya akan segera menyelidiki kasus ini untuk mengungkap siapa pelakunya atas aksi tindak pidana asusila tersebut.

“Terimakasih atas informasinya, saya instruksikan anggota saya untuk mengerjakan,” kata dia. (shafix)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here