Marie De La Rousseliere (kiri) dan Marselinus (kanan), pasangan lintas budaya saat ditemui di kediamannya, Selasa (26/11). Foto : Bintang/BX

Batamxinwen, Batam – Cinta bisa datang dari mana saja. Dia tidak memandang apapun, harta tidak, fisik pun tidak. Jika sudah ditakdirkan berjodoh, pandangan pertama ditempat paling seram pun tak akan mampu membohongi rasa.

Marie De La Rousseliere, bule cantik asal Perancis yang menikah dengan pria asal Adonara Flores, Marselinus buktinya. Kepada Batamxinwen Marie bercerita, awal pertemuannya dengan sang suami itu berawal dari perjalanan ke sebuah kuburan di daerah Rempang, Batam.

“Pertama bertemu di kuburan, saat itu ada keluarga Marsel yang meninggal,” ujar Marie saat ditemui di rumah mertuanya di Tanjung Uma, Batam, Selasa (26/11).

Kata Marie, waktu itu dirinya baru beberapa bulan tiba di Batam, dan tujuannya datang ke Indonesia memang mencari jati diri dengan mengabdi untuk sosial. Dan tempat yang paling tepat menurutnya adalah di sebuah gereja terpencil di daerah Barelang.

Dalam masa pengabdiannya itu, kabar duka datang dari keluarga Marsel. Salah satu saudara suami barunya itu ada yang meninggal, dan kebetulan waktu itu Marie dibantu suster lainnya yang mendapat tugas mengurus persiapan jenazah sebelum diberangkatkan ke peristirahatan terakhir.

“Waktu mau ke kuburan semua kendaraan sudah penuh, cuma Marsel yang kosong. Dia nawarin saya untuk berboncengan kesana. Saya mau, terus ikut dia,” cerita Marie.

Lanjut Marie sepulang dari sana mereka kembali ke gereja. Saat itu semua laki – laki berebutan minta foto dengannya, cuma satu yang tidak. Dan orang itu adalah Marsel.

“Karena saya lihat dia tidak minta foto, langsung saja saya tawarin ke dia. Saya bilang, nggak mau minta foto juga,” ucap Marie tersipu malu.

Setelah berfoto bersama dengan banyak orang termasuk Marsel yang awalnya tidak berminat itu, ketika sore hari saat waktu pulang. Marie sedikit kaget, karena pria yang bertingkah sok cuek tadinya itu, tiba – tiba datang menghampirinya. Ya. Marsel meminta nomor telepon Marie. Dan mereka tukaran nomor kala itu.

“Sering berkomunikasi setelah itu, terkadang kalau saya mau ke kota, Marsel datang menjemput saya. Pengorbanannya luar biasa, jauh – jauh dia antar jemput saya,” kata Marie mengatakan jarak yang mereka tempuh ke Kota waktu sekitar 1,5 jam perjalanan.

Lalu kata Marie, benih cinta yang awalnya samar semakin tumbuh jelas di dadanya. Dia kagum dengan pengorbanan Marsel, yang mau menyisihkan waktu hanya untuk dirinya. Tak lama kenalan, dia memutuskan untuk menerima permintaan Marsel untuk menjalin hubungan ke jenjang yang lebih serius.

“Saya terima permintaan dia yang mau menikahi saya,” kata Marie lagi.

Akhirnya rasa percaya yang kuat yang telah terbangun singkat itu, berhasil mengantarkan Marie dan Marsel menyatu dalam ikatan janji suci yabg digelar di Gereja Katedral ST Petrus Batam, Senin 25 November 2019. (Bintang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here