Batamxinwen, Jakarta – Presiden Joko Widodo akan memiliki pesawat kepresidenan yang baru. Pesawat ini berbadan lebar tipe Boeing 777-300 ER yang disewa dari Garuda Indonesia. Kehadiran pesawat tersebut akan melengkapi Boeing Business Jet jenis 737 yang selama ini dipakai Jokowi.

Jokowi memang belum angkat bicara secara langsung mengenai adanya pesawat baru yang akan digunakannya tersebut. Namun, informasi pesawat kepresidenan baru sudah mulai dibicarakan publik khususnya di sosial media.

Lalu apa saja sejauh ini fakta-fakta yang diketahui dari pesawat kepresidenan baru tersebut?

Beredar Foto Pesawat Kepresidenan Baru

Di dunia maya beredar foto pesawat baru kepresidenan Republik Indonesia. kumparan pun melakukan penelusuran. Pesawat yang memiliki logo Garuda Indonesia pada bagian ekor itu, sedang berada di sebuah hanggar dan menjalani proses pengecatan.

Ada logo dan tulisan ‘Republik Indonesia’ di badan pesawat. Dilihat dari ukuran dan jenis pesawat yang dimiliki Garuda Indonesia, itu mirip dengan pesawat Boeing 777-300 ER.

Salah satu akun yang mengunggah gambar tersebut adalah avia.pedia. Akun ini me-repost dari akun aviatren.

Sumber kumparan yang mengetahui foto tersebut membenarkan, Boeing 777 Garuda Indonesia dalam gambar itu akan digunakan untuk pesawat kepresidenan Indonesia.

Pesawat Kepresidenan Manfaatkan Boeing 777-300 yang Nganggur

Kehadiran Boeing 777 ini akan melengkapi pesawat kepresidenan yang lebih dulu ada, yakni Boeing Business Jet jenis 737 yang selama ini telah dipakai Jokowi.

Mengutip laporan keuangan Perseroan, Garuda Indonesia memiliki 10 unit Boeing 777. Menurut sumber kumparan di internal perusahaan, pesawat 777 Garuda Indonesia memang banyak menganggur.

“Kalau soal pesawat kepresidenan, saya tidak tahu menahu. Cuma memang, banyak Boeing 777 yang menganggur,” ungkap sumber kumparan itu, Kamis (27/2).

Meningkatnya jumlah pesawat berbadan lebar yang menganggur itu bukan tanpa sebab. Ia menyebut, proyeksi pengadaan pesawat baru Garuda Indonesia di era kepemimpinan Emirsyah Satar terlalu optimistis, sedangkan kondisi industri maskapai saat ini sedang terpukul seperti dampak perlambatan ekonomi dunia, perang dagang, hingga kasus virus corona.

Dampaknya, penggunaan pesawat yang telah dibeli dan tiba itu menjadi rendah dan akhirnya menganggur.

Respons Istana soal Pesawat Kepresidenan Baru

Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono menegaskan, tidak ada pembelian pesawat kepresidenan baru. Itu merupakan pesawat yang disewa dari Garuda Indonesia.

“Pokoknya enggak ada pembelian pesawat baru presiden,” kata Heru di Istana Negara, Jakarta, Kamis (27/2).

Untuk detail pesawat mengenai pesawat tersebut, Heru menyarankan agar menanyakannya langsung pada pihak Garuda Indonesia.

“Tanya ke Garuda saja,” imbuhnya.

Membandingkan Pesawat Kepresidenan Boeing 777 vs BBJ

Kehadiran pesawat Boeing 777 akan menambah dan melengkapi jumlah pesawat kepresidenan. Selama ini, Presiden Jokowi menggunakan pesawat kepresidenan jenis Boeing Business Jet (BBJ) 2 yang berasal dari tipe 737-800. Pesawat BBJ 2 itu dipesan tahun 2011, namun baru digunakan sebagai pesawat kepresidenan Indonesia mulai tahun 2014 atau tahun terakhir era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Lantas apa perbedaan kedua pesawat buatan Boeing itu?

Tenaga Ahli Pengembangan Pesawat Terbang PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PT DI) Andi Alisjahbana menjelaskan, kedua pesawat tersebut sama-sama memiliki 2 unit mesin jet. Cuma, Boeing 777 merupakan pesawat berbadan lebar (wide body) dan BBJ tipe 737 berbadan kecil (narrow body). Secara kecepatan, keduanya tidak memiliki perbedaan yang signifikan.

“Kalau efisiensi waktu mungkin tidak beda jauh karena 777 hanya sedikit lebih cepat dari 737, yakni Mach 0,9 (777) vs Mach 0,88 (737),” kata Andi kepada kumparan, Kamis (27/2).

Bila menggunakan perbandingan kapasitas bahan bakar, Boeing 777 memiliki keunggulan daripada Boeing 737 untuk jarak tempuh. Dengan spesifikasi standar, Boeing 737 bisa terbang non-stop 6-7 jam, sedangkan Boeing 777 bisa terbang non-stop 13 jam.

Terkait konsumsi bahan bakar, pesawat berbadan lebar 777 jauh jauh lebih boros. Namun, hal tersebut terkompensasi dengan jumlah penumpang yang bisa dibawa. Kapasitas 737-800 sekitar 170 penumpang, sedangkan 777 bisa membawa 350 penumpang.(*)

Sumber: kumparan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here