Batamxinwen, Batam – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun Rabu 10 Juli 2019 kemarin dijaring Satuan Tugas (Satgas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam aksi Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Bersama  Nurdin, ikut dijaring sejumlah orang yang disebut-sebut sebagai pejabat di jajaran pemerintah provinsi setempat. KPK juga berhasil mengamankan barang bukti berupa uang senilai 6.000 Dolar Singapura. Pasca-pemeriksaan di Tanjungpinang, Nurdin Basirun lalu diboyong tim KPK ke Jakarta melalui Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjugpinang menggunakan Lion Air JT 0621.

Nasib dan status hukum orang nomor 1 di Provinsi Kepri itu bakal ditentukan senja ini oleh KPK di Jakarta. Siapa Nurdin Basirun itu. Berikut profilnya yang dihimpun Batamxinwen dari berbagai sumber.

Nurdin Basirun dilahirkan di Moro Karimun, pada 7 Juli 1957, Kepulauan Riau. Baru saja hari Minggu 7 Juli lalu, bekas pelaut (nahkoda) itu merayakan hari lahirnya dan memasuki usia 62 tahun.

Nurdin kecil memiliki riwayat pendidikan yang cukup baik hingga menunaikan studinya di perguruan tinggi dan mendapatkan gelar doktor.

Pada usia 7 tahun di 1964, Nurdin Basirun menjejaki pendidikan dasar pada SD 6 Tanjung Balai dan menamatkan pendidikannya pada 1970. Nurdin Basirun lalu melanjutkan pendidikannya di SMEP Tanjung Balai. Usia sekolahnya di pendidikan menengah itu pun normal dan pada tahun ketiga di 1973 dia menyudahi pendidikan di level menengah.

Bernaluri pelautlah yang mendorong Nurdin Basirun menjejaki kakinya di pendidikan pelayaran pada MPT Kementerian Perhubungan pada 1980, kemudian MPI Kementerian Perhubungan 1988, dilanjut jenjang sarjana pada Universitas Lancang Kuning di Pekanbaru 2000 hingga 2005.

Tak berhenti di sini, Nurdin Basirun pun melanjutkan studi magisternya di Universitas Dr Soetomo Surabaya sejak 2005 dan menyudahinya di 2006 dan mengakhiri studinya dengan meraih gelar doktor pada Universitas 17 Agustus Surabaya di periode 2006 hingga 2010.

Sebelum menjabat sebagai Gubernur Kepri pada 25 Mei 2016 hingga saat ini, Nurdin Basirun pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Kepri di periode 12 Februari 2016 hingga 25 Mei 2016.

Bukan hanya itu, Nurdin Basirun pun pernah menjajal kepiawaiannya di dunia politik di level bupati.

Dia bahkan menjabat sebagai Bupati Karimun selama tiga kali. Tercatat Nurdin pernah menjadi Wakil Bupati Karimun periode 2001-2005. Selanjutnya, ia menjabat sebagai Bupati Karimun menggantikan bupati sebelumnya untuk melanjutkan sisa masa jabatan hingga 2006.

Dia pun kembali maju dalam pemilihan kepala daerah di Karimun, periode 2006-2011 serta keluar jadi pemenang. Nurdin juga selanjutnya menjadi Bupati Karimun periode 2011-2015.

Selain di dunia politik, sepak terjang Nurdin Basirun pun dijajal di dunia pendidikan.

Dia pernah tercatat sebagai dosen tetap pada Universitas Karimun di periode 2011 hingga 2015. Juga pernah menjadi Direktur Perusahaan Pelayaran Rakyat di 2000.

Sejumlah pendidikan informal juga diikutinya mulai dari pendidikan di Lemhanas RI 2007 dan 2012, International Seminary Guangdong University pada 2011, Executive Education Course on Transforming Leaders Harvard University  serta Training Government Chicago University pada tahun sama di 2013.

Kini,  Nurdin Basirun sedang disandung hukum. Saat ini dia sedang berada di Jakarta untuk diperiksa penyidik KPK. Nasib dan status hukumnya pun akan ditentukan KPK sore ini. (arh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here