Jajaran Pengurus DPD Golkar Batam, Sekretaris Yunus Muda (kiri), Bendaraha Hendra Asman (tengah) dan Ketua Ruslan Ali Wasyim. (Foto: Phendi/BX)

Batamxinwen, Batam – Pada Senin 16 September 2019 lalu, Ketua DPD Partai Golkar Ruslan Ali Wasyim bartandang ke Sekretariat DPC PDIP daerah itu. Tak sendirian, Ruslan datang bersama dedengkot partai berlambang beringin tersebut. Ada Sekretaris DPD Yunus Muda, juga ada bendahara partai itu, Hendra Asman.

Resmi memang kedatangan ketiga orang penting Golkar Batam itu. Kepentingan apa? Ternyata kader top partai berlambang beringin itu datang mendaftar sebagai salah seorang bakal calon wakil wali kota.

Sosok Ruslan Ali Wasyim ternyata didorong partainya maju bertarung di kontestasi pemilihan wali kota dan wakil wali kota Batam 2020.

Memilih masuk ke kandang banteng gemuk moncong putih, tentu melalui pertimbangan matang partai berlambang beringin tersebut. Apalagi dua partai; merah dan kuning, secara nasional sedang berada di satu perahu koalisi di even politik nasional yang baru saja usai.

Tak pelak publik Batam bertanya, apakah mungkin ini sebuah suar koalisi besar untuk kontestasi pilkada nanti.

“Ya kami pergi mendaftar dan kami yakin akan bisa mendapat simpati PDIP untuk jadi teman dalam perhelatan politik lima tahunan di Batam,” kata Sekretaris DPD Partai Golkar Yunus Muda, Rabu (18/9/2019).

Ketua DPD Golkar Batam, Ruslan Ali Wasyim. (Foto: Phendi/BX)

Ditemani sang ketua Ruslan dan bendahara Hendra Asman, Yunus tegas menyampaikan strategi Golkar mendaftar ke PDIP Batam.

Anggota DPRD tiga periode itu mengatakan peluang berkoalisi bersama partai besutan Megawati Soekarnoputeri itu sebuah keniscayaan. Saat ini katanya, dua partai tersebut punya visi dan mimpi sama untuk membangun masyarakat Batam ke arah yang lebih baik.

Tak muluk memang, kata si jago dari Timur itu, bahwa sektor ekonomi kerakyatan harus jadi kunci pokok kemajuan daerah ini. Kesejahteraan yang berkeadilan jadi sasarannya.

Tak mungkin dielak, katanya, koalisi dengan PDIP harus terjadi. “Karena itu kami dorong ketua kami mendaftar ke PDIP,” katanya. Optimismenya atas perkawinan dua partai ini akan bisa terwujud.

“Partai Golkar mendaftar dengan modal politik 7 kursi. Kami tak jalan tangan hampa. Kami beri jaminannya,” katanya.

Komunikasi lintas partai katanya pasti akan terus dibangun demi masyarakat Batam.

Hal serupa disampaikan Hendra Asman. Pemegang pundi-pundi Golkar Batam ini mengatakan, memilih berkoalisi dengan PDIP adalah sebuah keputusan strategis yang diambil partai. Tujuannya hanya untuk kepentingan rakyat Batam. “Tak ada yang lain, selain memperkuat basis koalisi demi kepentingan rakyat di Kota Batam,” katanya.

Komunikasi di tataran elite partai dua kubu sudah intens dilakukan, tinggal menanti ketok palu para pengambil keputusan.

Lantas figur siapa yang bakal menjadi pendamping pengantin Partai Golkar dari yang sudah mendaftar ke PDIP?

Ibarat menanti pinangan, Partai Golkar pun menyediakan sejumlah maskawinnya (belis). Bermodal 7 kursi, partai besutan Airlangga Hartarto itu optimistis akan digaet PDIP bersama calon pengantin impiannya. Pelaminan tersedia. Namun tentu pengantinya harus benar-benar sehati dan saling bersepekat untuk membangun sebuah rumah tangga yang namanya Batam ke arah lebih sejahtera.

“Kami memang calon pengantin perempuan namun kami pun punya pilihan calon pengantin prianya,” kata Ruslan.

Menurut dia, kondisi kekinian masyarakat Batam butuh sentuhan tangan dingin pemimpin yang memiliki visi dan konsep membangun. Gerak langkah pembangunan Batam harus kembali berlari. “Kita butuh seorang pemimpin yang tentu memiliki visi dan konsep kerja. Yang tau seluk beluk dan perencanaan tepat. Juga punya jaringan luas ke pusat,” katanya.

Hanya dengan pemimpin yang punya konsep dan jaringan itulah, Batam akan segera berlari kembali seperti waktu lalu. “Batam jangan lunglai melangkah. Batam harus segera berlari demi masyarakatnya,” katanya.

Dia mengatakan, hanya ada tiga cara mendongkrak pertumbuhan ekonomi Batam ini dengan, penciptaan keamanan, kepastian hukum dan percepat perizinan. “Dan kami mengimpikan sang calon pengantin itu,” katanya.

Sama halnya bak seorang gadis pingitan yang malu-malu menyebut calon mempelainya. Ruslan pun masih menyimpan siapa calon pengantin idamannya. Namun satu yang pasti, koalisi perkawinan PDIP dan Golkar akan memberi jaminan ketulusan dan lurus membangun Batam.

Lantas apa respon PDIP

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Batam Nuryanto mengaku sangat terbuka dengan kader yang mendaftar melalui pintu partanya. Menurut dia, kemungkinan berkoalisi dengan Partai Golkar di kontestasi pemilihan wali kota dan wakil wali kota Batam 2020 sangat terbuka. Hal itu kata dia, karena PDIP menjadi salah satu partai terbuka, yang  menerima siapa saja yang tulus mau membangun Batam.

“Politik kemungkinan itu selalu memberi ruang bagi sejumlah momentum. Kini tergantung siapa yang memiliki niat tulus dan lurus membangun  Batam,” katanya.

PDIP katanya lagi memiliki niat untuk mencari, mengusung dan mendorong calon yang memiliki integritas dan komitmen untuk mewujudkan Batam Madani maju dan moderen. “Semuanya hanya untuk kepentingan rakyat Batam,” katanya.

Setali tiga uang, Golkar dan PDIP dalam mencari pemimpin Batam yang punya visi besar dan jaringan luas. Punya integritas, tulus dan lurus melayani rakyatnya. Setidaknya ini cerminan dari sebuah kekuatan baru di ajang pesta demokrasi rakyat lima tahunan itu.(ar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here