ist

Batamxinwen, Jakarta – PT Rabobank International Indonesia memulai proses penutupan cabang perusahaan secara bertahap hingga Juni 2020 setelah beroperasi selama 29 tahun di Indonesia atau sejak tahun 1990. Per 29 Juli Senin kemarin, Rabobank Indonesia menutup  enam kantor cabang perusahaan.

Penutupan itu sehubungan dengan telah diperolehnya perizinan yang diperlukan dari otoritas perbankan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, keenam kantor cabang itu tidak lagi melaksanakan kegiatan operasional perbankan dan dipindahkan ke bank lain sebagai kantor cabang penerima.

“…dan untuk memenuhi peraturan yang terkait dengan hal ini, bersama ini kami umumkan bahwa efektif pada 29 Juli 2019, enam kantor cabang Rabobank Indonesia tidak lagi melaksanakan kegiatan operasional perbankan dan dipindahkan ke kantor bank lain sebagai kantor cabang penerima,” tulis manajemen Rabobank Indonesia, dalam pengumuman di media massa.

Berikut kantor cabang yang dimaksud:

Nama Cabang Setop Operasi Cabang Penerima Alamat Cabang Penerima
Surabaya- Kembang Jepun Surabaya- Panglima Sudirman Jl. Panglima Sudirman Nomor 51, Embong Kaliasin, Genteng, Surabaya
Malang – Semeru
Jember- Johar Baru
Lampung – Teluk Betung Lampung – Kartini J. Kartini Nomor 85 Tanjung Karang, Bandar Lampung
Magelang – Tentara Pelajar Semarang – Pandanaran Jl. Pandanaran Nomor 99, Semarang
Yogyakarta – Diponegoro Solo- Slamet Riyadi Jl. Slamet Riyadi Nomor 32, Solo

Manajemen perusahaan menegaskan untuk informasi lebih lanjut, para nasabah dan pihak terkait dapat menguhubungi nomor Rabobank Access Center 1500080 guna mendapatkan penjelasan lengkap.
Penutupan bertahap ini adalah bagian dari rencana Rabobank Indonesia untuk berhenti beroperasi di Tanah Air. Hingga saat ini Presiden Direktur Rabobank Indonesia Jos Luhukay belum memberikan informasi tambahan terkait dengan bank mitra yang akan menerima peralihan nasabah.

Sebelumnya Jos menegaskan bahwa tahapan pertama penghentian dilakukan dengan menutup kantor cabang perusahaan. Selanjutnya Rabobank Indonesia secara bertahap mengurangi layanan produk dan jasa perbankan yang diberikan kepada nasabah. Layanan Safe Deposit Box yang juga akan dihentikan.

“Total nasabah Rabobank International Indonesia sekitar 12.000 orang. Penutupan tidak ada kaitannya dengan persaingan, karena selain pembiayaan, Rabobank juga menyediakan keahlian dan teknologi, serta juga akses ke pasar internasional melalui jejaring Rabobank Global,” kata Jos kepada CNBC Indonesia, Senin (6/5/2019).

Kepala Eksekutif Pengawasan Perbankan OJK Heru Kristiyana pada Juni llalu mengatakan Rabobank meninggalkan Indonesia karena induk usaha mengubah model bisnis dari ritel menjadi korporasi.

Dampak perubahan model bisnis tersebut membuat induk usaha harus menutup beberapa cabang dan anak usaha di beberapa negara termasuk Indonesia.

“Di Indonesia [Rabobank Indonesia] enggak ada lagi, dia akan beroperasi dari Singapura. Basisnya nanti korporasi jadi ditutup di beberapa negara supaya efisien,” ujar Heru Kristiyana ketika ditemui di Jakarta, Kamis (6/6/2019).

Rabobank Indonesia adalah anak perusahaan Rabobank Group yang berpusat di Utrecht, Belanda. Sebagai anak perusahaan Rabobank Group, fokus Rabobank Indonesia ialah di pembiayaan sektor pangan dan agribisnis.

Pada tahun 2008, Rabobank Indonesia mengembangkan bisnis dengan masuk ke pembiayaan ritel dan UKM. Pada akhir tahun 2010, jaringan perusahaan mencakup 92 kantor cabang, cabang pembantu, dan kantor kas di 30 kota di Indonesia.(*)

Sumber: CNBCIndonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here