Batamxinwen, Batam – Jalan raya Gajah Mada, tepatnya di depan perumahan Taman Sari hingga menuju Kompleks pertokoan Cipta Puri Tiban, kerap dijadikan ajang ‘melawan arah’ oleh pengguna kendaraan bermotor.

Hal itu dilakukan, karena jauhnya posisi putar arah (U-turn) yang terdapat di kawasan tersebut.

Andi Taher, warga Sei Harapan yang ditemui Batamxinwen saat melawan arus lalu lintas di daerah tersebut mengaku, sengaja melintasi bahu jalan raya dengan melawan arah, karena ingin segera sampai di tujuan.

Mengingat sekitar 500 meter jauhnya sarana putar arah yang tersedia.

“Sudah sering melintasi jalan ini Om, dengan cara melawan arah. Sebab ingin lebih cepat sampai ke tujuan,” ujarnya, Rabu (20/6) sore.

Menanggapi pelanggaran ini, Kasat Lantas Polresta Barelang AKP Kartijo saat dihubungi mengatakan, pihaknya akan senantiasa melakukan patroli di daerah yang dianggap rawan tindakan melawan arah lalu lintas yang dilakukan oleh masyarakat sekitarnya.

“Kami akan berkordinasi dengan unit patroli Polsek setempat untuk lebih mengawasi pelangaran yang terjadi ditempat tersebut, apabila kedapatan akan ditindak tegas supaya timbul efek jera,” ucapnya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat, agar tidak melawan arus lalu lintas dengan alasan apapun.

Supaya dapat mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas. Untuk itu masyarakat disarankan untuk lebih mematuhi peraturan berlalu lintas yang berlaku, agar dapat membantu petugas menekan angka kecelakaan yang terjadi kedepanya.

“Melawan arus atau arah lalu lintas dengan volume laju kandaraan yang tinggi, itu sama saja bertaruh nyawa untuk sampai kerumah, apalagi tidak menggunakan helm dan kelengkapan lainya, fatal akibatnya,” tegas Kartijo. (pca)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here