Kecelakaan di Bukit Daeng yang merenggut nyawa Sri Wahyuni, Senin (17/2). Foto: ist

Batamxinwen, Batam – Kecelakaan di Bukit Daeng yang merenggut nyawa Sri Wahyuni, seorang wanita yang lima hari lagi akan melangsungkan pernikahan, mengundang keprihatinan Sekretaris Komisi III DPRD Kota Batam Arlon Veristo.

Terkait kecelakaan maut itu, sebagai wakil rakyat, Arlon akan menginisiasikan untuk digelar Rapat Dengar Pendapat (RDP).

“Kita akan panggil pengurus Bimbar dan pihak terkait dalam hal ini Dishub untuk RDP dalam waktu dekat ini, ” kata Arlon pada Batamxinwen.com, Senin (17/2).

Arlon juga mempertanyakan Dishub dalam memberikan izin terhadap beroperasinya Bimbar dari sisi kelayakan kendaraan dan supirnya.

Terkait itu, Kabid Lalulintas Dishub Kota Batam, Edward mengatakan, masalah utamanya ada pada supir Bimbar. Selain itu, masalahnyabada pafa pengusaha atau pemilik bada usaha yang tidak memikirkan keselamatan penumpang karena tidak meperhatikan kelayakan angkutannya.

“Supirnya kadang tidak satu, ada namanya supir tembak atau supir dua dan tiga yang beda pengetahuan dalam mengemudikan kendaraan,” kata Edward.

Edward juga meminta agar badan usaha lebih selektif memberikan kendaraan kepada supirnya. Hal itu Edwars sampaikan karena melihat kronologoi tabrakan di Bukit Daeng yang terjadi saat tanjakan.

“Kalau nabrak pas tanjakan itu nggak ada hubungannya dengan rem blong. Kecuali kalau penurunan. Ini hanya kelayakan dari supirnya. Silahkan dicek,” ujarnya.

Ke depan, Edwar menghimbau agar masyarakat juga lebih selektif menggunakan angkutan umum yang lebih aman seperti Trans Batam. (rega/jkf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here