Pertemuan bersejarah Kim Jong-un dan Donald Trump di Singapura pada pertengahan 2018. Foto/BX/Susan Walsh/Pool via Reuters

Batamxinwen, Pyongyang – Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dilaporkan memerintahkan eksekusi oleh regu tembak terhadap empat pejabat kementerian luar negeri.

Diwartakan Daily Mail, Rabu (24/4/2019), mereka diklaim telah menjual informasi ke AS sebelum pertemuan yang gagal antara Presiden AS Donald Trump dan Kim Jong Un di Vietnam.

Kim Jong Un disebut menyalahkan kegagalan KTT dengan Trump di Hanoi akibat informasi yang bocor.

Satu dari empat pejabat tersebut telah ditembak mati di Pyonyang pada awal bulan ini.

Laporan media setempat menyebutkan, eksekusi mati terhadap para pejabat itu disaksikan oleh anggota Partai Buruh Korea (WPK) dan Tentara Rakyat Korea.

Berita soal eksekusi mati itu menyebar setelah pejabat bidang perdagangan Jepang baru kembali dari Korea Utara.

Selain itu, media Korea Utara juga melaporkan adik perempuan Kim Jong Un, Kim Yo Jong, dikabarkan telah diturunkan jabatannya setelah KTT Hanoi.

Penasihat utama Kim Jong Un dan negosiator kunci mengenai denuklirisasi juga telah dicopot dari jabatannya awal bulan ini.

Sebelum membuat sejumlah keputusan itu, Kim dilaporkan berkunjung ke tempat kelahiran ayahnya, Kim Jong Il, pada awal bulan ini.

Lokasi yang berdekatan dengan Gunung Paekdu ini merupakan tempatnya untuk merenungkan manuver politik penting.

Pada bulan lalu, media pemerintah Korea Utara untuk pertama kalinya akhirnya mengakui kegagalan pertemuan antara Kim Jong Un dan Trump di Hanoi.

“Rakyat di dalam dan di luar negeri… merasa menyesal, menyalahkan AS atas pertemuan yang berakhir tanpa kesepakatan,” tulis sebuah editorial yang diterbitkan KCNA.

Korea Utara meminta AS untuk mencabut sanksi yang berdampak bagi kehidupan dan perekonomian rakyatnya sebelum melakukan denuklirisasi penuh.

Sumber: Kompas.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here