Kepala Bidang SDM Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Batam, Irfan Rachmadi. Foto : Bintang/ BX

Batamxinwen, Batam – Kepala Bidang SDM Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Batam, Irfan Rachmadi, meminta Pemerintah memperhatikan layanan seluruh fasilitas kesehatan (faskes) dan rumah sakit di Kota Batam

Hal itu dia katakan sebab, pihaknya seringkali mendapat laporan peserta BPJS Kesehatan yang sedang dalam kondisi gawat darurat tidak mendapat ruangan ICU dikarenakan selalu penuh.

“Ini kan bukan hanya tanggung jawab BPJS Kesehatan saja, tapi tanggung jawab pemerintah juga, kalau bisa disarankan setiap rumah sakit punya ICU,” ujar Irfan saat konferensi pers di Kantor BPJS Kesehatan Batamcenter, Kamis (12/12).

Menurut dia, kondisi ICU (Intensive Care Unit) atau ruang khusus untuk pasien krisis yang memerlukan perawatan intensif dan observasi berkelanjutan di Batam sangat kurang memadai.

Bahkan kata dia, masih banyak ruang ICU tanpa dilengkapi ventilator atau mesin yang berfungsi untuk membantu pernapasan, yang dimana padahal alat itu adalah komponen utama yang dibutuhkan pasien dalam keadaan kritis.

“Jangankan untuk peserta JKN-KIS, untuk masyarakat lainnya saja rumah sakit di Batam belum bisa menampung,” sambungnya.

Untuk itu dia berharap kedepannya tak ada lagi ruangan ICU yang full saat pasien kritis sedang membutuhkannya. Dia berharap Pemko Batam berperan besar dalam terpenuhinya layanan kesehatan tersebut.

“Kita juga kekurangan dokter spesialis, contohnya seperti spesialis saraf. Antrian saja sampai 3 bulan. Kami harapkan ada peran pemerintah terkait ini,” pungkasnya. (Bintang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here