ilustrasi

Batamxinwen, Batam – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kepulauan Riau (Kepri) mengklaim seluruh produk makanan ringan di daerah itu laik konsumsi.

Pernyataan itu disampaikan menanggapi sejumlah isu yang beredar di media sosial, terkait proses pembuatan sejumlah makanan ringan dengan cara diinjak.

Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kepulauan Riau (Riau) Yosef Dwi Irwan mengaku pengawasan yang menjadi tugas lembaganya itu selalu dilakukan secara periodek sesuai standar yang berlaku.

Selain itu koordinasi lintas sektor terkait seperti dinas kesehatan juga dilakukan. Hal ini demi menjaga agar seluruh produk yang dihasilkan laik bagi masyarakat.

Pengawasan izin produk dan mutu produk pangan yang beredar terus dilakukan termasuk melalui uji mutu dan keamanan melalui uji sampel di laboratorium.

Terhadap sejumlah industri rumah tangga yang masih rawan terhadap higienisnya, Yosef mengaku akan terus melakukan pengawasan di lapangan.

“Yang tidak memenuhi ketentuan kita berikan sanksi administratif berupa peringatan, penutupan kegiatan usaha dan pencabutan izin usahanya,” katanya.

Dalam konteks itu, dia berharap kerja sama semua pihak lintas lembaga termasuk masyarakat dan pengusaha untuk terus menjaga dan mendukung upaya pengawsan ini.

“Tentunya kami sangat membutuhkan peran serta para mitra lintas sektor seperti dinas kesehatan, disperindag, diskop UMKM dan sejumlah komponen masyarakat lainnya,” katanya. (adit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here