BPS Batam Prediksi Harga Bahan Baku Jelang Puasa dan Lebaran Melonjak

Harga bahan baku di di Pasar jelang puasa dan lebaran diprediksi melonjak

Batamxinwen, Batam – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam memprediksi ada lonjakan harga bahan baku menjelang bulan puasa Ramadhan dan lebaran Idul Fitri.

Kepala BPS Kota Batam, Rahmad Iswanto saat ditemui awak media, Selasa (23/2/2021) mengatakan, pada bulan 4 (April) di Kota Batam biasanya menimbulkan permintaan yang lebih tinggi terhadap beberapa komoditas bahan baku.

Hal tersebut tentu akan menjadi perhatian pihaknya dikarenakan saat ini Batam tengah mengalami masa Inflasi akibat dampak dari pandemi Covid-19.

“Mengingat, di era new normal ini pandemi belum berakhir, tetapi kegiatan ekonomi masyarakat tetap berjalan dan menggeliat. Maka hak tersebut akan menjadi konsen kita pada saat ini,” ujarnya.

Rahmad menjelaskan, sejak Januari 2021 ini Kota Batam mengalami inflasi yang disebabkan oleh 5 kelompok.

Yakni kelompok makanan, minuman dan tembakau naik sebesar 2,65 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran naik sebesar 1,82 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya naik sebesar 0,39 persen, kelompok pakaian dan alas kaki naik sebesar 0,20 persen.

Serta kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik sebesar 0,04 persen.

Sebaliknya, dua kelompok mengalami penurunan yaitu kelompok transportasi turun sebesar 2,11 persen, dan kelompok kesehatan turun sebesar 0,06 persen. Sedangkan empat kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks harga.

“Di awal tahun 2021, Batam mengalami inflasi hingga 0,68 persen di Januari 2021. Dimana hal ini disebabkan komiditi-komoiditi bahan pokok seperti teluar ayam ras, daging ayam ras, cabai, sayur, bayam dan kangkung yang mengalami kenaikkan sehingga menyebabkan inflasi yang bisa dibilang tidak rendah namun juga tidak cukup tinggi,” jelasnya.

Ia membeberkan, inflasi Batam di awal tahun ini lebih tinggi dibandingkan 2 tahun lalu yakni 2020 dan 2019.

Sementara itu, Kota Tanjungpinang yang merupakan salah satu dari dua kota IHK di Provinsi Kepulauan Riau, diketahui turut mengalami inflasi sebesar 0,56 persen. Sehingga inflasi gabungan 2 kota IHK di Provinsi Kepulauan Riau sebesar 0,67 persen.

“Tidak hanya Kota Batam saja yang mengalami inflasi, Kota Tanjungpinang juga mengalaminya. Dari kedua kota IHK (Indeks Harga Konsumen) di Provinsi Kepri tersebut telah mengalami inflasi sebesar 0,56 persen. Kalau digabungkan IHK di Kepri sebesar 0,67 persen,” pungkasnya. (shafix)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here