BPS Batam Rilis Data Statistik di Kota Batam Periode Desember 2021

Batamxinwen, Batam –  Badan Pusat Statistik Kota Batam mengelurkan rilis terbaru untuk Desember 2021. Data ini dikeluarkan BPS Kota Batam 2 Desember 2021 ini memuat  tentang IHK atau Inflasi, Perkembangan Pariwisata , Perkembangan ekspor Impor, dan Perkembangan Transportasi. Berikut paparannya :

„Perkembangan Indeks Harga Konsumen/
Inflasi Kota Batam  November 2021

„IHK Kota Batam pada bulan November 2021 tercatat 106,61 sehingga terjadi inflasi 0,86 persen. „Pada bulan November 2021, IHK Kota Batam menunjukan inflasi sebesar 0,86 persen.

Inflasi terjadi karena kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,70
pada Oktober 2021 menjadi 106,61 pada November 2021. Inflasi tahun kalender
(Januari–November) 2021 sebesar 1,85 persen. Inflasi tahun ke tahun (November
2021 terhadap November 2020) sebesar 2,93 persen.

Kota Tanjungpinang (salah satu dari dua kota IHK di Provinsi Kepulauan Riau) juga mengalami inflasi sebesar 0,85 persen sehingga deflasi gabungan 2 kota IHK di Provinsi Kepulauan Riau sebesar 0,86 persen.

„Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks
kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau naik
sebesar 2,58 persen; kelompok transportasi naik sebesar 0,72 persen; kelompok
perawatan pribadi dan jasa lainnya naik sebesar 0,50 persen; kelompok pakaian
dan alas kaki naik sebesar 0,10 persen; kelompok kesehatan naik sebesar 0,06
persen; serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga
naik sebesar 0,03 persen.

Kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi, yaitu:
kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga turun
sebesar 0,36 persen; dan kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya turun sebesar
0,01 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang tidak mengalami perubahan
indeks harga yaitu kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan; kelompok
pendidikan; serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran.

Perkembangan Ekspor dan Impor Kota Batam, Oktober 2021

Ekspor Oktober 2021 sebesar US$1.069,19 juta atau naik  4,76 persen dibandingkan ekspor September 2021 „ Impor Oktober 2021 sebesar US$885,50 juta atau turun  10,24 persen dibandingkan impor September 2021.

Nilai ekspor Kota Batam Oktober 2021 mencapai US$1.069,19 juta atau naik
sebesar 4,76 persen dibanding ekspor September 2021. Nilai ekspor Kota Batam bulan Oktober menyumbang 81,71 persen dari total ekspor se-Kepri sebesar US$1.308,48 juta.

Ekspor migas Oktober 2021 mencapai US$115,24 juta atau naik 2,81 persen
dibanding bulan sebelumnya. Ekspor nonmigas Oktober 2021 mencapai US$953,95
juta atau naik 5,00 persen dibanding September 2021. Ekspor nonmigas HS 2 digit terbesar Oktober 2021 adalah golongan barang Mesin/ Peralatan Listrik (85) sebesar US$376,84 juta.

Ekspor ke Singapura pada bulan Oktober 2021 mencapai nilai terbesar yaitu
US$411,38 juta dengan kontribusinya mencapai 41,24 persen. Nilai ekspor Kota Batam Oktober 2021 terbesar melalui Pelabuhan Batu Ampar
US$581,97 juta; disusul Pelabuhan Sekupang US$193,45 juta; Pelabuhan Kabil/
Panau US$176,84 juta dan Pelabuhan Belakang Padang US$115,99 juta.

Kontribusi kelima Pelabuhan terhadap ekspor Oktober 2021 adalah sebesar 99,95 persen.
A. Perkembangan Ekspor
3 Perkembangan Ekspor dan Impor Kota Batam Oktober 2021
BRS No. 51/12/2171/Th. IX, 2 Desember 2021

1. Ekspor Migas dan Nonmigas

Kegiatan ekspor Kota Batam pada bulan Oktober 2021 dibanding September 2021 naik  senilai US$48,55 juta (4,76 persen). Hal tersebut disebabkan oleh naiknya sektor nonmigas sebesar 5,00 persen. Bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, ekspor  Kota Batam mengalami kenaikan senilai US$263,06 juta (32,63 persen), Kenaikan nilai ekspor  Oktober 2021 dibanding Oktober 2020 disebabkan oleh kenaikan ekspor sektor migas sebesar 59,11 persen dan sektor nonmigas 30,02 persen.

Total ekspor kumulatif bulan Januari – Oktober 2021 Kota Batam adalah sebesar US$9.358,15 juta. Jika dibanding dengan total ekspor kumulatif Januari – Oktober 2020 mengalami kenaikan  senilai US$1.62 miliar (20,91 persen). Naiknya nilai ekspor Januari – Oktober 2021 disebabkan oleh naiknya ekspor kumulatif sektor nonmigas sebesar 18,64persen. Nilai kumulatif ekspor Kota Batam menyumbang 72,66 persen dari total kumulatif ekspor Kepulauan Riau yang
senilai US$12.879,55 juta.

2. Ekspor Nonmigas Menurut Golongan Barang

Selama bulan Januari-Oktober 2021 komoditas ekspor nonmigas Kota Batam terbesar nilai  ekspornya adalah golongan barang mesin/peralatan listrik yaitu senilai US$3.484,37 juta,  dengan perannya 41,55 persen. Ekspor kumulatif non migas Kota Batam menyumbang 83,89  persen dari ekspor kumulatif (Januari – Oktober) Kepulauan Riau senilai US$9.995,71 juta.

Komoditas berikutnya yang mempunyai peran cukup besar terhadap ekspor nonmigas Kota
Batam adalah minyak dan lemak hewan/nabati senilai US$995,61 juta (11,87 persen); mesinmesin/pesawat mekanik senilai US$979,90 juta (11,69 persen); berbagai produk kimia senilai US$542,35 juta (6,47 persen); benda-benda dari besi dan baja senilai US$526,45 juta (6,28 persen); kokoa/coklat senilai US$217,39 juta (2,59 persen); plastik dan barang dari plastik  senilai US$216,87 juta (2,59 persen); perangkat optik senilai US$205,13 juta (2,45 persen); Kendaraan dan bagiannya senilai U$200,70 juta (2,39 persen); dan bahan kimia organik senilai US$148,10 juta (1,77 persen). Komoditas ekspor ikan dan udang secara kumulatif mengalami kenaikan yang sebesar 38,54 persen bila dibandingkan Januari-Oktober 2020, dengan sumbangan 0,20 persen terhadap total ekspor nonmigas Kota Batam Januari-Oktober 2021.

3. Ekspor Nonmigas Menurut Negara Tujuan

Negara tujuan ekspor Kota Batam bulan Oktober 2021 dengan nilai terbesar ke negara
Singapura yaitu mencapai US$411,38 juta. Ekspor ke Singapura pada bulan ini mengalami
kenaikan dibanding keadaan bulan September 2021, yaitu naik sebesar 0,05 persen dan
naik 25,12 persen jika dibandingkan Oktober 2020. Tujuan ekspor Kota Batam dengan nilai
terbesar kedua selama bulan Oktober 2021 yaitu ke negara Amerika Serikat, yaitu mencapai
US$180,51 juta atau turun 7,72 persen dari bulan sebelumnya.

Pada periode Januari-Oktober 2021, Singapura merupakan negara tujuan ekspor dengan
peranan terbesar dengan nilai US$3.859,31 juta (41,24 persen), hal ini menunjukkan lonjakan sebesar 43,01 persen dari periode sebelumnya. Amerika Serikat merupakan negara tujuan  ekspor yang memiliki peranan terbesar kedua dengan nilai US$1.723,43 juta (18,42 persen).

Negara tujuan ekspor terbesar ketiga sampai dengan kesepuluh Kota Batam berturut-turut
adalah Tiongkok, Jepang, Jerman, India, Perancis, Mesir, Australia dan Belanda. Kesepuluh
negara tujuan ekspor Kota Batam tersebut mempunyai peran sebesar 82,17 persen terhadap total ekspor Kota Batam Januari-Oktober 2021.

4. Ekspor Menurut Pelabuhan Muat

Nilai Ekspor menurut pelabuhan muat utama di Kota Batam Oktober 2021 dapat dilihat
pada Tabel 4. Nilai ekspor terbesar melalui Pelabuhan Batu Ampar yaitu dengan nilai ekspor
US$581,97 juta. Nilai ekspor tersebut mengalami penurunan 4,74 persen jika dibandingkan
dengan bulan September 2021 namun naik 26,38 persen jika dibandingkan dengan bulan
Oktober 2020.

Total ekspor kumulatif Januari-Oktober 2021 terbesar melalui Pelabuhan Batu Ampar yaitu
sebesar US$5.207,21 juta; terbesar kedua adalah Pelabuhan Sekupang US$1.803,10 juta.
Kontribusi kedua Pelabuhan tersebut adalah sebesar 74,91 persen dari kumulatif ekspor
Januari-Oktober 2021 Kota Batam.

Volume Ekspor Menurut Pelabuhan Muat

Volume ekspor melalui Pelabuhan muat utama di Kota Batam Oktober 2021 dapat dilihat
pada Tabel 5. Volume ekspor terbesar yaitu melalui Pelabuhan Belakang Padang yaitu dengan
volume ekspor 239,71 ribu ton atau naik 3,33 persen dari bulan lalu. Total volume ekspor
kumulatif Januari-Oktober 2021 terbesar melalui Pelabuhan Belakang Padang yaitu sebesar
1.875,17 ribu ton, terbesar kedua adalah Pelabuhan Batu Ampar sebesar 1.187,55 ribu ton.
Kedua Pelabuhan tersebut memiliki kontribusi 64,48 persen terhadap volume kumulatif
Januari-Oktober 2021. Bila dibandingkan dengan periode sebelumnya, volume kelima
pelabuhan naik 12,77 persen.

 

Keadaan Ketenagakerjaan Kota Batam Agustus 2021

Jumlah angkatan kerja pada Agustus 2021 sebanyak 810.557 orang, naik 65.032
orang dibandingkan Agustus 2020. Sejalan dengan kenaikan jumlah angkatan
kerja, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga naik sebesar 2,73 persen
poin menjadi 71,06 persen.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Agustus 2021 sebesar 11,64 persen, turun
0,15 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2020. Penduduk yang bekerja sebanyak 716.193 orang, meningkat sebanyak 58.551 orang dari Agustus 2020. Lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan persentase pada Sektor Manufaktur (1,78 persen poin) dan Sektor Pertanian (1,24 persen poin).

Sedangkan Sektor Jasa mengalami penurunan (3,02 persen poin).
„ Sebanyak 496.836 orang (69,37 persen) bekerja pada kegiatan informal, turun
0,97 persen poin dibandingkan Agustus 2020.

Perubahan Estimasi Data

Sampai dengan rilis Sakernas Agustus 2020, penghitungan indikator masih menggunakan
penimbang dari proyeksi penduduk hasil Sensus Penduduk 2010 (SP2010). Penimbang
adalah faktor pengali sampel suatu survei untuk menghasilkan estimasi populasi penduduk.
Pada tahun 2015, Badan Pusat Statistik melaksanakan Survei Penduduk Antar Sensus
(SUPAS 2015). Hasil SUPAS 2015 digunakan untuk menghitung proyeksi penduduk sampai
dengan tahun 2045 dan mengoreksi proyeksi penduduk hasil SP2010. Dengan adanya
koreksi tersebut, maka sejak Sakernas Agustus 2020 dan selanjutnya, penghitungan indikator akan menggunakan proyeksi penduduk hasil SUPAS 2015. Untuk menjaga keterbandingan,  penyajian series data (tahun 2020 dan 2021) akan menggunakan penimbang dari proyeksi penduduk hasil SUPAS 2015.

2. Penduduk Usia Kerja dan Angkatan Kerja

Penduduk usia kerja merupakan semua orang yang berumur 15 tahun ke atas. Penduduk
usia kerja mengalami tren yang cenderung meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk
di Kota Batam. Penduduk usia kerja pada Agustus 2021 sebanyak 1.140.614 orang, naik
sebanyak 49.491 orang dibandingkan Agustus 2020. Sebagian besar penduduk usia kerja
merupakan angkatan kerja yaitu 810.577 juta orang (71,06 persen), sisanya termasuk bukan angkatan kerja.

Komposisi angkatan kerja pada Agustus 2021 terdiri dari 716.193 orang penduduk yang
bekerja dan 94.384 orang pengangguran. Apabila dibandingkan Agustus 2020 terjadi
pertumbuhan jumlah angkatan kerja sebanyak 65.032 orang. Jumlah penduduk bekerja
meningkat sebanyak 58.551 orang dan pengangguran naik sebanyak 6.481 orang. Meskipun
terjadi peningkatan jumlah orang menganggur, tetapi di sisi lain terjadi penururunan tingkat
pengangguran terbuka (TPT). Hal ini dikarenakan kecepatan pertumbuhan jumlah angkatan. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here