BatamXinwen, Karimun – Badan Urusan Logistik (Bulog) Kabupaten Karimun memastikan beras rastra (dahulunya Beras Raskin) yang diperuntukkan untuk masyarakat, tidak dipungut biaya alias gratis.

Hal ini diinformasikan Bulog mengingat sebelumnya masyarakat harus membayar Rp1.600 untuk 1 Kilogramnya.

Kepala Sub Divre Bulog Batam, Agung Rohman menegaskan jika saat ini penerima beras rastra tidak dipungut biaya, dan dalam pengambilannya sesuai dengan ketentuan dari pemerintah beberapa waktu lalu.

“Pengambilan beras rastra tidak ada harga tebusnya,” kata Agung melalui layanan pesan singkatnya, Tanjung Balai Karimun, Selasa (29/5).

Ketentuan ini kata Agung sudah disampaikan kepada rumah pangan kita (RPK), mengingat RPK sangat efektif untuk menyampaikan segala macam kebijakan yang dibuat oleh pemerintah.

“Karena RPK ini berada di masing-masing RT/RW,” katanya.

Ia juga mengatakan perubahan rastra yang sebelumnya harus ditebus menjadi digratiskan merupakan kebijakan yang dilakukan untuk memudahkan masyarakat.

Sebab menurutnya masyarakat miskin yang saat mendapat subsidi rastra, belum tentu bisa menebusnya.

“Karena sekali mereka menerima sebanyak 15 Kg, dan belum tentu semuanya mampu mengambilnya,” katanya.

Oleh sebab itu, keluarga penerima manfaat (KPM) nantinya dapat mengambil berat rastra secara cuma-cuma sebanyak 10 Kg setiap bulannya.

Sedangkan untuk stok berasnya sendiri, Karimun saat ini mencapai 850 Ton yang terdiri dari bantuan sosial beras kesejahteraan dan beras premium yang untuk dijual di pasaran.

“Stok beras di Karimun cukup aman, saat ini ada 850 Ton yang tersedia di gudang Bulog,” katanya.(Nursali)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here