Najwa Shihab dan Novel Baswedan/BX/Idntimes

Batamxinwen, Jakarta – Emha Ainun Najib (Cak Nun) dan Najwa Shihab hadir dalam peringatan 2 tahun teror terhadap Novel Baswedan, dalam Sarasehan Budaya, pada Kamis (11/4) di gedung KPK.

Di hadapan para pengikutnya yang disebut maiyah, Cak Nun Berkomentar, seolah diduga menyindir oknum jenderal polisi yang kerap disebut Novel, terlibat dalam peristiwa teror tersebut dengan mengibaratkan, pemberantasan korupsi seperti permainan sepak bola.

“Di sana, ada dua kesebelasan yakni tim petugas antikorupsi melawan para koruptor, tapi yang aneh, lho, ini sesama kesebelasan pemain antikorupsnya kok malah memasukan bola ke gawangnya sendiri,” kata Cak Nun semalam.

Cak Nun dan Najwa Shihab /BX/Foto: Idntimes

Sementara, Najwa Shihab juga memberikan pandangannya mengenai teror air keras yang menimpa Novel. Ia justru mempertanyakan dukungan separuh hati dari pimpinan KPK terhadap penyidiknya sendiri. Terbukti, lima pimpinan KPK malah absen dari acara peringatan dua tahun teror terhadap Novel. 

“Saya sudah bekerja menjadi jurnalis selama 19 tahun dan dulu ngeposnya di lembaga sebelum KPK ada. Namun, rasa cinta yang saya rasakan itu berbeda yang dulu dengan sekarang. Masih tetap cinta sih (terhadap lembaga pemberantasan korupsi) tapi saya khawatir cintanya tidak dirawat,” kata Najwa.

Ia mengatakan publik sangat mudah mencintai KPK, lantaran ia konsisten memberantas rasuah. Sebagai bukti, selalu ada jurnalis yang dialokasikan untuk bertugas di KPK. Media selalu memberikan jam khusus apabila KPK menggelar jumpa pers. 

“Tapi, bagaimana kita bisa tetap mencintai apabila tidak tahu apakah masih dibutuhkan atau tidak? Publik gak apa-apa kok apabila kalau melihat pimpinan KPK sedikit manja dan bercerita soal adanya serangan teror bom molotov ke rumah mereka. Paling tidak kita tahu apabila kita dibutuhkan,” ujarnya. 

Namun, pada faktanya peristiwa itu malah coba untuk ditutupi. Ia pun mempertanyakan bagaimana mungkin bisa tetap mencintai KPK, apabila yang dicintai malah menutup diri. 

“Mudah-mudahan cinta kita tidak bertepuk sebelah tangan,” tutupnya.

Cak Nun Dan Najwa Shihab sama-sama mempertanyakan kejelasan hukum atas kasus yang menimpa Novel.

Sumber: Idntimes/detiknews

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here