Simulasi pengungkapan Penyelundupan narkoba yang dilakukan Bakamla RI dan BNN. Foto : Bintang/BX

Batamxinwen, Batam – Badan Keamanan Laut (Bakamla) bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), melakukan skenario latihan bersama guna penanganan dan pencegahan penyeludupan narkoba melalui jalur laut. Rabu (20/11) siang.

Hal ini dilakukan karena marak dan meningkatnya kegiatan peredaran narkoba di Indonesia pada waktu tertentu yaitu mendekati akhir tahun dan hari raya Natal.

“Menurut informasi yang kita terima, bahwa menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru. Suatu sindikat secara terus menerus menyuplai narkoba melalui jalur maritim kita,” ujar Direktur Latihan Bakamla Laksamana Pertama, Yehezkiel Katiandagho.

Peredaran dan penyelundupan narkoba tersebut kata Laksamana Pertama, Yehezkiel, disinyalir paling banyak menggunakan jalur laut yaitu, Asia Tenggara melewati Perairan Kepulauan Riau, dengan menggunakan kapal sebagai media transportasi, hal tersebut terjadi karena luasnya perairan ditambah banyaknya dermaga-dermaga rakyat (pelabuhan tikus) yang belum termonitor.

Untuk itu kata dia, latihan skenario penangkapan sangat penting dilakukan. Sebab, koordinasi yang baik antara Bakamla dengan BNN Satgas Singa XI/19 Saber Narkoba, yang mempunyai tugas memutus jalur narkotika melalui laut, akan mempermudah penyergapan ketika informasi penyeludupan didapat.

“Skenario penyergapan tadi kami rencanakan selesai selama 4 jam, tetapi karena koordinasi yang sudah terbangun baik, kami berhasil menyelesaikannya dalam waktu 2 jam saja,” lanjutnya.

Adapun skenario latihan penyergapan itu dimulai saat, BNN meneruskan informasi ke Bakamla bahwa akan ada pengiriman narkoba pada jalur lalu lintas narkoba di wilayah Asia Tenggara melewati Perairan Kepulauan Riau, tapatnya di Selat Malaka.

Target akan naik kapal cargo dari arah Selat Malaka menuju Perairan Batu Ampar. Melihat lokasi kemungkinan jalur dan analisis yang dilakukan, Singa 11/19 Saber Narkoba (Bakamla – BNN) melaksanakan pencarian, penyergapan dan penangkapan kapal target yang melintas diperairan tersebut.

Untuk antisipasi dan penangkapan target, maka Bakamla memerintahkan KN Bintang Laut 401 (BNN Onboard). Unsur terkait, yaitu KN Bintang Laut 401 dan 2 RHIB Bintang Laut 401. Dua kapal itu berada di sekitar jalur lintasan kapal target dan menunggu info update informasi dari Tim IT Singa 11/19.

Setelah mendapat informasi dan melaksanakan pencarian, tak selang beberapa lama terlihat kapal yang dicurigai sebagai kapal target, lalu dengan cepat Komandan Satgas Narkoba memerintahkan penyergapan kapal target dan pencarian tersangka serta barang bukti yang ada.

“KN Bintang Laut 401 mengirimkan tim VBSS sebagai penindak awal, kemudian dilakukan pencarian target. Dari target dilakukan pengembangan, sehingga diperoleh informasi bahwa target sempat membuang barang bukti di Perairan,” jelas Laksamana Pertama, Yehezkiel.

Lalu tim melakukan pencarian barang bukti lain yang dibuang pelaku, dimana tugas dilaksanakan oleh RHIB KN Bintang Laut 401 dengan mengirimkan empat anggotanya, selanjutnya target dan seluruh barang bukti dibawa ke Pangkalan Bakamla untuk dapat diproses lanjut. (Bintang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here