CEO Skynosoft Bicara Tentang Halal Food di Hongkong

BATAMXINWEN.COM, Hongkong – CEO Skynosoft Portal Prime Krishna Adityangga diundang oleh Indonesian Muslim Association in Hongkong (IMAH), untuk menjadi pembicara dalam gelar wicara (talkshow) bertajuk halal food, Minggu (28/1).

Kegiatan yang dihadiri sekitar 264 peserta ini berlangsung di Olympic House, Causeway Bay, Honglong. Dalam acara ini juga mengundang aktris Dhini Aminarti dan aktor Dimas Seto serta dihadiri KJRI Bidang Ekonomi Erwin Muhammad Akbar, Atase Teknis Kepolisian KJRI Danur Lieantara, dan Kepala BRI Remittance Hongkong Roby F Sastraatmadja.

Ketua Indonesian Muslim Association in Hong Kong (IMAH) Bambang Iswana mengatakan kegiatan ini merupakan agenda rutin IMAH untuk terus memberikan pemahaman keislaman di negera yang mayoritas non-muslim.

“Mengangkat tema halal food, acara ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat muslim Indonesia yang ada di Hongkong agar bagaimana mempunyai komitmen untuk mengkonsumsi makanan dan produk halal di Hongkong,” kata Bambang dalam rilis yang diterima, Selasa (30/1).

Komunitas masyarakat muslim Indonesia yang tinggal di Hongkong jumlahnya cukup besar, yaitu sekitar 156.000 orang. Dari jumlah tersebut sebagian besar merupakan buruh migran yang bekerja di bidang informal.

Sehingga sangat penting bagi komunitas muslim Indonesia untuk memberikan pemahaman lebih dalam tentang pentingnya mengkonsumsi makanan halal. Saat ini, jumlah restoran halal yang terdaftar di IMAH mencapai 60 restoran tersebar di seluruh wilayah di Hongkong.

Krishna Adityangga yang menjadi pemateri berbicara tentang pentingnya sebagai muslim untuk mempunyai pengetahuan tentang makanan halal. Apalagi saat tinggal di negara yang mayoritas nonmuslim sehingga sangat mudah menemukan makanan-makanan haram.

Halal bukan sekadar barang atau makanannya yang halal, tetapi bagaimana mempunyai pengetahuan halal tersebut, baik saat menjadi konsumen maupun produsen.

“Sebagai konsumen, kita perlu paham tentang zat-zat yang halal atau haram dan bagaimana cara mengolahnya. Sedangkan pada saat mengkonsumsi makanan halal, pertama-tama harus tahu apakah makanan tersebut mengandung zat yang diharamkan seperti daging babi atau tidak. Selain itu, kita juga harus tahu direktori halal atau restoran-restoran halal yang ada di negeri orang,” Ungkap Krishna Adityangga yang saat ini fokus mengembangkan aplikasi media sosial oorth.

Terlepas dari itu, masyarakat Indonesia di Hongkong cukup menyambut kehadiran oorth. Menurut Krishna, media sosial oorth dapat dikembangkan untuk menyediakan direktori halal.

“Nantinya, kita akan kembangkan ke arah itu agar dapat mempermudah masyarakat Indonesia khususnya yang ada di luar negeri untuk menemukan restoran-restoran halal,” imbuh Krishna.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here