Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Sekupang, Kusno Sujarmadi/BX/Foto: Jkf

Batamxinwen, Batam – Lega. Itu ekspresi di wajah Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Sekupang, Kusno Sujarmadi, usai ketuk palu Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Tingkat Kota Batam di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Sekupang, Sabtu (11 /5) lalu.

“Lega rasanya sudah selesai pekerjaan berat ini,” ujar Kusno pada Batamxinwen.com usai rapat pleno.

Selama mengemban tugas sebagai PPK, Kusno mengaku sangat lelah dan menyita energinnya. Bahkan, karena terlalu lelah, kondisi fisik Kusno menurun drastis dan nyaris dirawat di rumah sakit. Selain itu, karena kelelahan, ia hampir mengalami kecelakaan.

“Saya hampir mati dalam kecelakaan itu,” kata Kusno.

Tidak hanya masalah fisik yang kelelahan. Kusno juga mengaku banyak mendapat tekanan bahkan tawaran yang menggiurkan dari berbagai pihak.

“Ada yang menawarkan yang ratusan juta rupiah. Tawaran itu dari partai politik tertentu. Saya tidak mau menyebut nama partainya,” ujar Kusno.

Menurut Kusno, tawaran ratusan juta rupiah Itu kemudian ia tolak.

“Karena hati kecil saya tidak mau ikut menjadi bagian dari sebuah kecurangan dalam pemilu,” tegasnya.

Kata Kusno, karena lelah dan tekanan hingga tawaran yang menggiurkan saat menjadi PPK, istrinya sampai menyarankannya agar tidak lagi menjadi PPK pada pemilu mendatang.

“Istri saya nggak boleh lagi saya jadi PPK. Dia lebih baik ajak saya pulang kampung dari pada jadi PPK lagi,” tutupnya. (Jkf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here