Batamxinwen, Jakarta – Pemerintah India dan China sepakat untuk menyelesaikan kebuntuan terkait  sengketa perbatasan secara damai sejalan dengan berbagai perjanjian bilateral.
Kedua pihak juga sepakat untuk tetap saling berkomunikasi guna menyelesaikan sejumlah kebuntuan yang masih mengadang.

“Kedua pihak akan melanjutkan pembicaraan dengan melibatkan militer dan diplomatik untuk menyelesaikan situasi dan untuk memastikan perdamaian dan ketenangan di daerah perbatasan,” menurut kementerian urusan luar negeri India dalam sebuah pernyataan seperti dikutip Bloomberg.com, Minggu (7/6/2020).

Pertemuan diadakan antara pejabat India yang berbasis di Leh dan mitranya dari China di wilayah Chushul-Moldo pada Sabtu, menurut keterangan kedua pihak.

Pembicaraan memang menemui jalan buntu, tetapi akan ada sebuah resolusi dalam jangka panjang, kata para pejabat India yang mengetahui masalah tersebut. Namun dia mengatakan tidak akan ada pengurangan pasukan di sepanjang perbatasan. Hanya saja sumber itu meminta untuk tidak diidentifikasi dengan mengutip peraturan tentang berbicara kepada media.

“Tampaknya ketegangan perbatasan saat ini akan diselesaikan secara damai, namun tidak ada orang yang dapat memprediksi kerangka waktunya,” kata Jenderal (Purn.) S L Narasimhan, anggota Dewan Penasihat Dewan Keamanan Nasional India.

Pada 2017 kedua pasukan terlibat dalam bentrokan  yang berlangsung lebih dari dua bulan di dataran tinggi Doklam.

Kedua belah pihak juga dalam siaga tinggi di dua lokasi di sepanjang Garis Kontrol Aktual sepanjang 3.488 kilometer. Perbatasan kedua negara memang masih dalam sengketa, namun kedua pihak saling menambah jumlah pasukan di perbatasan.

Mereka saling berhadapan di Sungai Galwan, yang merupakan salah satu pemicu awal perang India-China pada 1962, dan di Pangong Tso. Wilayah dekat  danau gletser setinggi 14.000 kaki di dataran tinggi Tibet itu sebagian diklaim oleh kedua negara.(*)

Sumber: Bisniscom

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here