Pjs Ketua Umum PC HMI Kota Batam M Yasin Fahriza (tengah) didampingi Ketua Cabang GMKI Kota Batam Sandy Sinaga, Ketua DPC GMNI Husnul H, Ketua Umum PC PMII Wira Putra, dan Ketua Umum PC IMM Ahmad Duka menyatakan untuk ikut memantau dan mengawal pendistribusian sembako tahap II, Sabtu (9/5) petang. Foto:ist

Batamxiwen, Batam – Sebagai Garda yang memiliki tugas mengontrol dan menjadi penengah antara pemerintah dan rakyat, organisasi kemahasiswaan yang tergabung dalam Cipayung Plus Kota Batam menyatakan untuk ikut memantau dan mengawal pendistribusian bantuan sosial berupa sembako bagi warga terdampak Covid-19 pada Senin (11/5).

Masing-masing ketua organisasi kemahasiswaan yang tergabung dalam Cipayung Plus, antara lain HMI, PMII, GMNI, GMKI, dan IMM, akan mengerahkan kader-kader mahasiswa untuk turun langsung ke titik-titik pendistribusian sembako tahap II di Kota Batam pada Senin besok.

“2000 mahasiswa akan turun ke lapangan untuk memantau dan mengawal pendistribusian sembako tahap II ini,” kata Pjs Ketua Umum PC HMI Kota Batam M Yasin Fahriza didampingi Ketua Cabang GMKI Kota Batam Sandy Sinaga, Ketua DPC GMNI Husnul H, Ketua Umum PC PMII Wira Putra, dan Ketua Umum PC IMM Ahmad Duka pada wartawan di Batamcentre, Sabtu (9/5) petang.

Ditegaskan Yasin, pemantauan dan pengawalan terhadap pendistribusian sembako ini dilakukan untuk menghindari kelompok-kelompok tertentu ya g sengaja melekatkan bobot atau warna politik pada bantuan sosial yang sumber dananya memang dialokasikan pemerintah untuk masyarakat terdampak pandemi Covid-19.

“Kami tidak ingin ada politisasi bantuan sembako oleh kelompok-kelompok tertentu yang berkepentingan dalam menghadapi pilkada mendatang,” ujar Yasin.

Ketua Cabang GMKI Kota Batam, Sandy Sinaga menegaskan apa yang disampaikan Yasin. Menurutnya, saat pendistribusian, informasi mengenai sumber bantuan sosial berupa sembako yang dibagikan ini sangat rentan untuk dipolitisir oleh kelompok tertentu.

“Makanya kami mahasiswa sama-sama sepakat untuk turun memantau dan mengawal pendistribusian sembako ini agar tidak dipolitisir. Kami tidak ingin ada pihak tertentu yang memanfaatkan bantuan pemerintah ini untuk meraih citra politik,” ujar Sandy.

Selain untuk mencegah terjadinya politisasi sembako, Cipayung Plus juga ingin paket sembako yang merupakan bantuan sosial dari pemerintah ini harus tepat sasaran.

“Kami ingin bantuan sosial ini benar-benar sampai ke tangan masyarakat yang berhak menerima. Berapa jumlah paket sembako yang didistribusikan harus sesuai dengan jumlah data penerima, dan volume isi paket sembako juga harus sesuai dengan nilai yang dianggarkan sehingga tidak terjadi penimbunan sembako di perangkat RT/RW,” kata Sandy.

Di tengah pandemi Covid-19 dan dampak ekonomi yang ditimbulkan saat ini, Cipayung Plus juga serius meminta pihak berwenang dan pihak terkait untuk bersama-sama memantau dan mengawal pendistribusian sembako tahap II ini agar tepat sasaran, sehingga bantuan sosial ini bisa meringankan beban masyarakat terdampak pandemi Covid-19.

“Organisasi Cipayung Plus Kota Batam meminta kepada pihak Kepolisian, Kejaksaan, KPK, Ombudsman, dan Bawaslu serta DPRD Kota Batam untuk sama-sama turun ke lapangan guna memantau dan mengawal pendistribusian sembako tahap II ini,” ujarnya.

Cipayung Plus berharap, nanti, tidak ada temuan-temuan miring dalam pendistribusian sembako tersebut. Mereka juga berharap agar Pemerintah Kota Batam tetap transparan dalam menggunakan anggaran dan dalam pendistribusian bantuan sosial berupa paket sembako untuk masyarakat luas tersebut. (jkf)
mxiwen, Batam – Sebagai Garda yang memiliki tugas mengontrol dan menjadi penengah antara pemerintah dan rakyat, organisasi kemahasiswaan yang tergabung dalam Cipayung Plus Kota Batam menyatakan untuk ikut memantau dan mengawal pendistribusian bantuan sosial berupa sembako bagi warga terdampak Covid-19 pada Senin (11/5).

Masing-masing ketua organisasi kemahasiswaan yang tergabung dalam Cipayung Plus, antara lain HMI, PMII, GMNI, GMKI, dan IMM, akan mengerahkan kader-kader mahasiswa untuk turun langsung ke titik-titik pendistribusian sembako tahap II di Kota Batam pada Senin besok.

“2000 mahasiswa akan turun ke lapangan untuk memantau dan mengawal pendistribusian sembako tahap II ini,” kata Pjs Ketua Umum PC HMI Kota Batam M Yasin Fahriza didampingi Ketua Cabang GMKI Kota Batam Sandy Sinaga, Ketua DPC GMNI Husnul H, Ketua Umum PC PMII Wira Putra, dan Ketua Umum PC IMM Ahmad Duka pada wartawan di Batamcentre, Sabtu (9/5) petang.

Ditegaskan Yasin, pemantauan dan pengawalan terhadap pendistribusian sembako ini dilakukan untuk menghindari kelompok-kelompok tertentu ya g sengaja melekatkan bobot atau warna politik pada bantuan sosial yang sumber dananya memang dialokasikan pemerintah untuk masyarakat terdampak pandemi Covid-19.

“Kami tidak ingin ada politisasi bantuan sembako oleh kelompok-kelompok tertentu yang berkepentingan dalam menghadapi pilkada mendatang,” ujar Yasin.

Ketua Cabang GMKI Kota Batam, Sandy Sinaga menegaskan apa yang disampaikan Yasin. Menurutnya, saat pendistribusian, informasi mengenai sumber bantuan sosial berupa sembako yang dibagikan ini sangat rentan untuk dipolitisir oleh kelompok tertentu.

“Makanya kami mahasiswa sama-sama sepakat untuk turun memantau dan mengawal pendistribusian sembako ini agar tidak dipolitisir. Kami tidak ingin ada pihak tertentu yang memanfaatkan bantuan pemerintah ini untuk meraih citra politik,” ujar Sandy.

Selain untuk mencegah terjadinya politisasi sembako, Cipayung Plus juga ingin paket sembako yang merupakan bantuan sosial dari pemerintah ini harus tepat sasaran.

“Kami ingin bantuan sosial ini benar-benar sampai ke tangan masyarakat yang berhak menerima. Berapa jumlah paket sembako yang didistribusikan harus sesuai dengan jumlah data penerima. Volume isi paket sembako juga harus sesuai dengan nilai yang dianggarkan pemerintah. Dan jangan sampai juga ada penimbunan sembako di perangkat RT/RW karena masalah teknis,” kata Sandy.

Di tengah pandemi Covid-19 dan dampak ekonomi yang ditimbulkan saat ini, Cipayung Plus juga serius meminta pihak berwenang dan pihak terkait untuk bersama-sama memantau dan mengawal pendistribusian sembako tahap II ini agar tepat sasaran, sehingga bisa meringankan beban masyarakat yang terdampak.

“Organisasi Cipayung Plus Kota Batam meminta kepada pihak Kepolisian, Kejaksaan, KPK, Ombudsman, dan Bawaslu serta DPRD Kota Batam untuk sama-sama turun ke lapangan guna memantau dan mengawal pendistribusian sembako tahap II ini,” ujarnya.

Mahasiswa yang tergabung dalam Organisasi Cipayung Plus berharap tidak ada temuan-temuan miring dalam pendistribusian sembako dan Pemerintah Kota Batam tetap transparan. (jkf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here