Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, dalam acara Nomadic Community Fiesta di Sekupang, Sabtu/BX/Ist

Batamxinwen, Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menjadikan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) sebagai tantangan pariwisata, bukan sebagai sebagai ancaman.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, dalam acara Nomadic Community Fiesta di Sekupang, Sabtu (31/10/2020).

“Kita terus berinovasi bagaimana Batam bisa melawan dan mengendalikan virus ini,” kata Ardi.

Dalam kegiatan yang menghadirkan sejumlah tokoh pariwisata Batam itu, Ardi mengungkapkan beberapa inovasi dan upaya Batam dalam menjawab tantangan Covid-19.

Beberapa inovasi tersebut seperti adanya protokol kesehatan di sektor pariwisata, membangun destinasi-destinasi wisata baru, membuat check point di Nongsa hingga rencana pemberian insentif bagi pekerja di sektor pariwisata.

“Semua kita lakukan demi kebangkitan pariwisata Batam,” ujarnya.

Ardi optimistis, Batam mampu mengatasi Covid-19 ini. Dengan beragam cara, saat ini Batam bahkan dinilai lebih baik dari beberapa daerah lain dan Batam sudah mendapat penganugerahan terkait penerapan tatanan kehidupan normal baru.

“Covid-19 ini tantangan, bagaimana kita bisa menanganinya. Sebagai khalifah di muka bumi ini, kita manusia yakin bisa mengatasi ini,” ujar Ardi.

Untuk itu, ia mengajak semua lapisan masyarakat, khususnya pentahelik; unsur pemerintah, akademisi, pengusaha, masyarakat, serta media, untuk bersama-sama meningkatkan kepercayaan wisatawan untuk kembali datang ke Batam.

Ia menyebut, sejauh ini dengan kerja bersama melawan Covid-19 di Batam, sangat memberi dampak positif bagi pariwisata Batam.

“Sampai Juni, itu masa mitigasi. Nah, sekarang masa rebound atau new normal, bahkan Pak Wali (Wali Kota Batam Muhammad Rudi) mengizinkan agar lokasi wisata dibuka dan membuat 14 protokol kesehatan yang harus diterapkan, itu bahkan lebih dulu dari Kemenparekraf,” kata dia.

Selain protokol kesehatan di sektor pariwisata, juga sudah dilakukan sertifikasi bagi 121 hotel serta menempatkan petugas di dua titik check point di Nongsa yang akan dibuka awal bulan nanti. “Ini bagian dari paket kepercayaan bagi wisatawan yang hendak ke Batam,” katanya.

Sebelumnya, Nomadic Community Fiesta ini dibuka secara resmi oleh Penjabat sementara (Pjs) Wali Kota Batam, Syamsul Bahrum. Di kesempatan itu, Syamsul menyampaikan bahwa dalam menangani Covid-19, perlu peran semua pihak. Khusus sektor pariwisata, Syamsul menyebut perlunya meningkatkan kepercayaan para wisatawan agar kembali mengunjungi Batam.

“Kalau semua siap, wisatawan datang akan menjadi cerita baik dan terkesan saat berkunjung ke Batam. Harus ditekankan, Batam punya potensi sangat besar di sektor pariwisata ini,” kata dia.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here