Satu unit alat berat sedang mengeruk pasir di kawasan Desa Teluk Bakau, Bintan, foto : ias/bx

Batamxinwen, Bintan – Eksploitasi galian pasir di Desa Teluk Bakau, Kecamatan Gunung Kijang diduga ilegal semakin tak terbendung. Pasalnya eksploitasi di wilayah Kabupaten Bintan itu menyebabkan kerusakan lingkungan yang cukup mengkhawatirkan.

Tidak adanya regulasi yang jelas tentang tambang galian C ini membuat para pelaku tidak menghiraukan dan terus melakukan aktivitas pertambangan yang meninggalkan kubangan – kubangan yang cukup besar.

Pantauan di lokasi pertambangan pasir, tampak sejumlah alat berat dan alat penyedot pasir sedang beraktivitas mengeruk pasir yang kemudian diangkut menggunakan lori. Truk pengangkut pasir pun hilir mudik bergantian mengangkut pasir yang sudah di keruk itu untuk selanjutnya di jual ke toko – toko material bahan bangunan.

Sejumlah truk pengangkut pasir sedang mengantri menunggu giliran memuat pasir yang akan dibawa ke sejumlah toko – toko material bahan banguna, foto : ias

Salah seorang pria yang mengaku sebagai pengawas lapangan, saat diwawancarai terkait izin dari aktifvitas eksploitasi galian pasir itu mengatakan, dirinya tidak mengetahui apakah aktifitas tersebut memiliki izin atau tidak.

“Kalau masalah izin saya kurang ngerti, soalnya saya hanya pengawas lapangan saja,” ujar pria yang enggan menyebutkan namanya, Kamis (25/72019) sore.

Saat ditanyakan kembali siapa pemilik dari tambang pasir tempatnya bekerja, pria itu menyebutkan tambang itu dikelola oleh Riki yang merupakan warga Tanjungpinang.

“Orang Tanjungpinang, di batu lima. Dia kadang ada kesini tapi tak tentu juga,” ucap pria itu.

Terpisah, Wakil Bupati Bintan, Dalmasri Syam, yang dikonformasi terkait adanya aktivitas eksploitas galian pasir yang diduga ilegal di Desa Teluk Bakau, mengatakan belum mengetahui. Ia pun berencana mengecek lokasi aktivitas galian itu. (ias)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here