Danguskamla: Selat Malaka Urat Nadi Pelayaran Dunia

Batamxinwen, Batam – Komandan Guskamla Koarmada I Laksma TNI Yayan Sofiyan tampil sebagai narasumber dalam acara Focus Group Discussion Floating Storage Unit yang diselenggarakan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, Rabu (19/2).

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Staf Ahli Menko Maritim dan Investasi Laksamana (Purn) Dr. Marsetio, Wakil Kepala BP Batam Purwiyanto, Ketua Kadin Batam Jadi Rajagukguk, Presiden Direktur Panbil Johannes Kennedy Aritonang, perwakilan KSOP Batam, BC Batam, Pertamina Batam, Lantamal IV, Polairud Kepri, Lanal Batam dan anggota INSA Kepri.

Yayan Sofiyan dalam presentasinya menyampaikan argumentasi bahwa perairan Selat Malaka dan Selat Singapura adalah sebagai urat nadi pelayaran dunia yang menghubungkan Samudra Hindia dengan Samudra Pasifik.

“Sehingga bila dikelola secara professional akan menjadi sumber devisa Indonesia. Selama ini yang menikmati keuntungan sangat besar dari posisi strategis Selat Malaka maupun Selat Singapura adalah negara tetangga kita, yaitu Singapura,” paparnya.

Yayan juga menyampaikan bahwa rencana Pemerintah Indonesia menyediakan sembilan area lego jangkar di Provinsi Kepri adalah suatu kebijakan yang sangat strategis untuk menyaingi Singapura.
“Namun demikian, kebijakan strategis area lego jangkar tersebut juga harus didukung fasilitas dengan standar internasional sehingga kapal-kapal akan sangat tertarik lego jangkar di area tersebut,” harap Yayan.

Di akhir presentasinya, Yayan ini memberikan penekanan bahwa perairan Kepri harus bebas dan aman dari aksi kejahatan ataupun kekerasan di laut, untuk itu aparat instansi terkait hendaknya selalu meningkatkan sinergitas. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here