Pedagang eks Pasar Induk Jodoh menghadang ratusan personel Satpol PP yang hendak memasang kembali pagar pembatas di lokasi penggusuran, Jum'at (22/11/2019). Foto : Bintang/ BX

Batamxinwen, Batam – Satpol PP Kota Batam, kembali menurunkan ratusan personelnya untuk memasang kembali pagar pembatas di Pasar Induk, Jodoh, Jum’at (22/11) pagi.

Hal ini dilakukan karena pada Kamis (21/11) kemarin, para pedagang buah eks pasar induk sepulang melakukan aksi demo di depan kantor Walikota Batam, kembali merobohkan pagar pembatas di lokasi penggusuran tersebut.

Namun karena mendapat penolakan dari puluhan pedagang yang sudah menanti sejak pagi, pemasangan pagar pembatas tersebut urung dilakukan.

“Iya tadi kita turunkan 250 personel, namun karena menghindari gesekan terhadap pedagang yang menolak pasukan terpaksa kita tarik mundur,” ujar Kabid Tramtib Satpol PP Kota Batam, Imam Tohari saat dikonfirmasi.

Kata Imam Tohari, pemasangan pagar tersebut atas permintaan langsung dari Dinas perindustrian dan perdagangan (Disperindag), sebab kata dia lagi, di pinggir jalan tersbut pedagang kembali mendirikan lapaknya.

“Kita tadi hanya melakukan pengawalan. Disana juga kita lihat tadi sudah berdiri dua lapak pedagang buah di pinggir jalan,” ujarnya lagi.

Terpisah, Agung Wijaya Koordinator Pedagang Pasar Induk mengatakan, pagar pembatas itu dirobohkan karena pihaknya tidak mendapat kepastian akan direlokasi kemana oleh Pemerintah Kota Batam.

Dia mengatakan, setelah 21 hari sejak penggusuran nasib para pedagang masih tak jelas. Padahal, sebelumnya ada janji dari Pemko untuk memperhatikan nasib para pedagang yang menjadi korban penggusuran.

“Setelah beberapa aksi dan pertemuan kemarin, kami katanya akan diberi kesempatan untuk berdagang kembali dilokasi pembangunan tahap 2. Namun realisasinya sampai sekarang belum ada juga,” ujar Agung Wijaya.

Ya. Mereka tidak terima waktu yang terlalu lama dan seolah ditarik ulur oleh Pemerintah. Sebab pasca penggusuran mereka bingung akan berjualan dimana. (Bintang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here