Dewan Sidak Lokasi Pemotongan Kapal Acacia Nassau di Tanjung Uncang

Budi Mardianto (Ketua Komisi 1 Dprd Kota Batam saat menyidak lokasi pemotongan kapal

 

Batamxinwen, Batam – Komisi I DPRD Kota Batam melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di lokasi pemotongan Kapal Acacia Nassau di PT Graha Trisaka Industri (Paxocean) Tanjunguncang, Batam, Selasa (23/2/2021).

Ketua Komisi I DPRD Kota Batam, Budi Mardianto mengatakan, sidak tersebut dilaksanakan berdasarkan informasi yang diterima oleh pihaknya bahwa kapal tersebut diduga menyalahi perizinan yang ada.

“Jadi kita mendapatkan informasi bahwa kapal ini mendapatkan izin kesini itu izin repair (Perbaikan) tapi fisiknya itu dipotong maka kita itu turun benar atau tidak,” ujarnya kepada awak media, Selasa (23/2/2021) siang.

Setelah turun di lokasi, Budi mengaku informasi tersebut benar adanya, bahkan kapal tersebut sudah hampir selesai dilakukan pemotongan.

“Ternyata pada saat kita turun benar kalau kapal itu sudah dipotong dan kita melihat bahwa kapal tersebut fisiknya sudah tidak layak lagi kalau itu dibilang sedang direpair,” tegasnya

Ia mengaku, dari kacamata orang awak sudah sangat jelas bahwa kapal tersebut bukanlah sedang direpair melainkan sudah menjadi scrap (sampah).

“Sementara kalau dilihat secara fisiknya dari besi dan sebagainya tadi itu barangnya (kapal) masih bagus,” bebernya.

Lanjut kata dia, ketika pihaknya mengkonfirmasi kepada pihak Menajemen PT Graha Trisaka Industri mengaku kalau kapal tersebut memang dipotong dengan alasan kapal tersebut sudah tidak berfungsi lagi.

“Tadi kita konfirmasi orang menajemen perusahaannya mereka mengaku kalau itu memang dipotong alasannya kapal tersebut sudah tidak berfungsi,” ujarnya.

Terkait dengan hal itu, Budi mengaku akan mengundang Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam untuk menanyakan apakah aktivitas tersebut telah mengantongi izin dari DLH Batam untuk melaksanakan aktivitas tersebut.

“Nanti kita akan kita juga akan tanya ke DLH Batam apakah aktivitas tersebut termasuk kegiatan yang mencemari lingkungan atau tidak,” ungkap politisi dari fraksi PDI Perjuangan tersebut.

Selain itu, Budi juga mengaku akan mencari tahu terkait izin sebenarnya kapal tersebut masuk ke Batam. Apakah izin diperbaiki atau izin untuk dipotong agar bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan masyarakat.

“Kita juga akan mencari tahu apakah kapal ini masuk ke sini itu untuk di scrap atau diperbaiki ? Ini yang kita ingin perjelas statusnya. Bukan hanya obyeknya kapalnya saja tetapi juga kegiatan perusahaan itu sendiri,” tegasnya.

Menurutnya, hal itu harus jelas jangan sampai informasi tersebut bias diterima oleh masyarakat Kota Batam.

“Maksudnya bias itu adalah semaunya sendiri. Pokoknya dalam kondisi ekonomi seperti ini saya maunya yang penting perusahaan harus jalan, ya tidak boleh begitu. Kita ini negara hukum dan ada aturannya,” ujarnya.

Meskipun hal itu merupakan sebuah investasi yang masuk ke Kota Batam. Menurut Budi jangan sampai dengan alasan tersebut bisa melanggar aturan atau hukum itu sendiri.

“Kita sepakat secara bersama-sama untuk mendorong investasi masuk ke Batam, kalau bisa sebanyak-banyaknya akan tetapi jangan sampai melanggar aturan itu sendiri,” pungkasnya. (shafix)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here