Dianggap Melanggar Norma Agama, Pasutri Sedarah Diusir Warga

Istimewa, Pasangan Nikah Sedarah di Karimun

BATAMXINWEN.COM, KARIMUN – Pernikahan adalah sebuah momen yang paling berharga bagi insan manusia berlainan jenis. Terkadang, pernikahan menjadi saat yang paling ditunggu-tunggu untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius lagi.

Namun apa yang terjadi di Kampung Bukit Cincin, Sungai Raya, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri ini kiranya menimbulkan keresahan dan kehebohan di kalangan masyarakat.

Mengingat, pasangan suami dan istri (pasutri) yang menikah secara sirih dan telah memiliki dua anak ini merupakan saudara kandung alias kakak dan adik.

Walhasil, puluhan warga dengan pengawalan ketat Polisi dan TNI setempat mengusir mereka. Karena dikhawatirkan akan menimbulkan bencana jika mereka tidak segera dipisahkan .

Kapolsek Meral, AKP Syaipul Badawi ketika dihubungi awak media pada Sabtu (10/2) malam, membenarkan adanya kejadian ini.

Bahkan kepolisian bersama TNI terlibat langsung dalam pengambilan keputusan untuk memisahkan pasangan yang diketahui telah menikah sejak tahun 2001 lalu ini.

Pemisahan kedua pasangan yang telah memiliki dua anak ini dilakukan setelah melalui keputusan bersama antara tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan pemangku kebijakan di wilayah ini.

“Mereka ini melanggar norma agama, dan masyarakat sepakat untuk memisahkan keduanya, suaminya disuruh naik ferry ke Tanjung Buton, Riau. Warga merasa apa yang mereka lakukan ini menimbulkan cela dan mengakibatkan degradasi moral,” kata Syaiful kepada awak media.

Namun demikian ia juga mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh masyarakat, yang tetap mengedepankan dialog dalam mencari solusi terbaik.

Meskipun kejadian ini sempat membuat heboh, namun tetap masih bisa mendengarkan arahan dari pihak kepolisian dan TNI yang memang memegang fungsi keamanan untuk masyarakat.

“Sampai saat ini, kita belum lihat adanya pelanggaran hukum di sini, apalagi tuntutan warga itu cuma meminta mereka pisah,” tutupnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here