Lelang Tender pengadaan Fender Pelabuhan Batu Ampar ini senilai Rp 10.664.960.000,00. Foto: BX/Jkf

Batamxinwen, Batam – Senin (15/7) besok, rencananya, Pergerakkan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Batam akan menggelar aksi demo di Kantor Badan Pengusahaan Batam terkait pelelangan pengadaan Fender Dermaga Batu Ampar.

Lelang Tender pengadaan fender dengan pagu senilai Rp 10.664.960.000,00 itu diduga beraroma nepotisme.

Lelang tersebut menggunakan metoda harga terendah, dan sistem gugur dengan sumber pendanaan dari APBN tahun 2019.

Sejauh ini tahapan tender lelang tersebut telah selesai dilaksanakan dan panitia lelang memutuskan PT Cakrawala Monica Abadi memenangkan lelang, dengan harga penawaran senilai Rp 7.607.000.000,00.

Dari data LPSE di informasikan, bahwa lelang tersebut diikuti sedikitnya oleh 51 perusahaan, dan sedikitnya 6 perusahaan yang terkoreksi harga penawarannya oleh panitia.

Dan dalam data website pengadaan lainnya disebutkan, bahwa penetapan pemenang lelang itu belum dilakukan oleh panitia karena adanya sanggahan dari pihak peserta lainnya.

Dalam keterangan resminya di website pengadaan, panitia menuliskan Pokja masih membutuhkan waktu untuk mengumumkan pemenang dalam sistem/aplikasi LPSE.

Dalam laman resmi tersebut pun, keterangan surat penunjukkan penyedia barang/jasa dan penandatangan kontrak belum dapat ditampilkan.

Pekerjaan pemasangan fender di dermaga Batu Ampar tersebut diprotes Pergerakkan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Batam, sebab diduga sarat nepotisme.

“Dari awal Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) telah merilis persyaratan lelang, dengan ketentuan berpengalaman di bidang pembangunan dermaga, namun beberapa saat kemudian PPK menghilangkan persyaratan tersebut dengan membuat adendum baru, yang mengabaikan syarat teknis tersebut,” kata Ibrahim sebagai Korlap Aksi PMII seperti dilansir Posmetro.co, Sabtu (13/7).

Ibrahim menegaskan, bahwa tindakan dari panitia PPK tersebut sangat fatal dengan mengabaikan hal vital pada proyek pekerjaan nantinya.

“Jika ini tetap dilakukan, maka PPK akan melahirkan pemenang tender yang tidak punya pengalaman seperti perubahan persyaratan, hal ini yang sangat tidak masuk akal, pengerjaan proyek di tempat penting pelabuhan Batuampar yang menghabiskan dana hingga Rp 10, 3 miliar ini terkesan seperti pengerjaan proyek PL,” katanya.

Saat ini kata Ibrahim, pihaknya telah melayangkan surat pemberitahuan ke Intelkam Polresta Barelang untuk mengadakan agenda unjuk rasa, pada Senin, 15 Juli 2019 besok.

Nantinya, pihaknya menuntut PPK BP Batam untuk bertindak netral dan profesional melakukan pelelangan.

Dan pihaknya juga menuntut Kepala BP Batam untuk mengambil kebijakkan, diskualifikasi terhadap perusahaan yang tidak memenuhi syarat tekhnis, untuk pembangunan dermaga. (jkf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here